Thursday, December 17, 2015
Bersyukur dan Berterima Kasih
Satu tahun lagi kontrak hidupku berkurang sudah. Entah, terasa ada yang kurang. Ahh~ ya, sahabat-sahabatku, mungkin mereka sedang sangat sibuk-sibuknya. Ahh~ kekasih, ya, dia ada, tapi seperti semu. Ahh~ tak apa, yang harus selalu disyukuri adalah apa-apa yang telah diberi oleh Allah, apa-apa yang kumiliki. Keluargaku, ayah, ibu, adik-adikku yang tak terasa kini pun sudah tumbuh mendewasa. Tak ada bahagia melebihi bahagiaku memiliki mereka, dalam keadaan apapun dan bagaimanapun. Pun kekasihku, sahabat-sahabatku, betapa bodoh jika aku tak mensyukuri keberadaan mereka, atau, memang aku kurang dalam mensyukurinya, bukankah bila sesuatu itu disyukuri maka nikmat akan ditambahkan? Terimakasih Allah-ku, telah mempertemukanku dengan mereka, menjadikanku berada di sekeliling orang-orang yang baik.
Terima kasih untuk semua teman, sahabat, kerabat, saudara yang telah meluangkan sedikit waktunya untuk mengucapkan doa dan harapannya untukku di hari genap berkurangnya satu tahun usia ini. Terima kasih untuk kadonya, keluargaku. Terima kasih untuk usahanya dalam mengucapkan selamat untukku, kekasihku.
Saturday, November 14, 2015
Perbedaan kita
Agar berjalan seiring, bermain seirama
Tahukah, aku masih merindukan kebiasaan lamaku
Yang biasa kulakukan bersama teman-temanku
Atau bersama dengan yang lalu
Yang kini tak bisa kulakukan ketika bersamamu
Pun bersama teman-temanku, yang sedang sibuk merajut masa depan
Aku sangat memahami perbedaan kita
Aku yakinkan kamu yang terbaik
Hanya, sekarang aku sendiri
Salahkah kebiasaan lama yang kulakukan?
Buruk kah?
Tapi kamu bahkan tak ingin melakukannya bersamaku
Oke, memang tidak dibenarkan hanya berdua saja
Akan menyenangkan andai bisa melakukannya bersamamu
Jujur, tidak harus berdua saja, ajaklah siapapun
Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama
Melakukan hal-hal yang kusuka
Ah~ tapi jika kau tak menyukainya, tak akan jadi menyenangkan
Kupikir perbedaan kecil ini sepele
Semoga aku bisa menyesuaikan kebiasaan lamaku dengan cara hidupmu
Semoga aku bisa mengesampikan egoku
Agar bisa bersamamu
Sunday, November 1, 2015
Jika semua berjawab "Ya"
Kau kah itu? Pria yang kelak menjadi imam bagiku dan anak-anakku? Yang menuntun kami bersama-sama mendekat pada Ridho dan Jannah-Nya?
Kau kah itu? Yang menjabat tangan Ayahku untuk berjanji pada Tuhan mengambil alih tugas Ayah membimbingku?
Kau kah itu? Penyempurna separuh agamaku? Yang tertulis dalam lauhul mahfudz kehidupanku?
Lalu, dari sekian banyak pria di muka bumi ini, mengapa kamu?
Dari sekian ratus mil jauhnya kujelajahi dunia ini, mengapa lagi-lagi kamu?
Dari sekian banyak cinta yang menghidupi dunia ini, mengapa kupilih cintamu?
Dari sekian pertemuan dan perpisahan selama hidup ini, mengapa bertemunya denganmu?
Lalu inikah yang disebut takdir Tuhan? inikah rencana Tuhan yang aku bahkan tak pernah berani menduganya?
Inikah arti dari "sebaik-baik usaha manusia, Tuhan lah yang menentukan hasilnya" ?
Inikah arti dari "rencana Tuhan selalu lebih indah" ?
Sahabatku, jika semua tanya itu berjawab "Ya", semoga Tuhan mempermudah jalan kita, semoga Tuhan memberkahi keinginan dan rencana kita, dan semoga selalu ada Tuhan dalam setiap langkah kita. Aamiin.. Karena Ia lah sejatinya pemilik diri kita, pemersatu dan pemisah diri kita :)
-maw-
Friday, October 30, 2015
Bukan cinta
Hadirmu bukanlah sesuatu yang kuduga
Kebersamaan denganmu tak sepenuh hati kuharap
Lalu mengapa kita bersama?
Karena bagiku kau mencintaiku
Bukan cinta yang hanya sekedar kata cinta biasa
Dulu aku melihat semua itu
Hingga timbul inginku membalas cinta yang kau beri
Bukan atas kehendak hatiku
Bukan karena cinta, hanya sesuatu seperti ingin membalas budi
Kupaksakan menimbulkan keyakinan bahwa cinta akan tumbuh bersama waktu
Itulah yang kita, aku, jalani selama ini
Kemudian kurasakan cinta mulai tumbuh
-sekarang ku bertanya benarkah cinta tumbuh?-
Semua malam, pagi, siang kita
Ah kita tak pernah memiliki pagi bersama
Bagaimanapun, aku bahagia bisa bersamamu
Hingga entah sejak kapan jarak menyelinap diantara kita, diantara hati kita
Mungkin bukan karena kamu
Walau aku tak pernah menciptakan dia
Kian hari kian lebar jarak itu
Mulailah episode perselisihan kita
Singkat cerita, aku merasa kamu hilang
kamu dan segalanya
Perhatianmu, sayangmu, pedulimu
Mungkin kamu menyadari sebagian hatiku tak ada
Mungkin kamu lelah mengejar sebagian hati itu agar genap milikmu
Mungkinkah cinta memang tak pernah tumbuh untukmu
Mungkinkah rasa itu sebatas rasa ingin melunasi hutang yang kian hari berbunga
Mungkinkah diantara kita benar ada cinta?
-tkp-
Saturday, August 1, 2015
Far away
Far away..
Far away from where we were..
Each of us were hiding for so long..
(Far Away by Simon Adams)
12847 Km away. Needs more than 3 months of non stop walking, more than 10 hours of non stop driving, more than 17 hours by plane and bus with transits.
4 hours time differences, can make a little jetlag
If only miles can be shortened
If only time can be freezed
Or if life can be repeated once again
I wish for one more time to see you. One more time to be just a step away from you. One more hour to talk to you. One more road to walk with you.
Will you realized? It has been 2 years ago.
Tuesday, March 31, 2015
Nahkoda
Aku yang memulai, aku yang memikirkan, namun aku pula yang harus mengendalikan.
Ternyata sang nahkoda masih ingin berkelana, yang kukira sudah berlabuh di dermaga, ternyata ingin mencoba mencari lebih jauh lagi, yang mungkin lebih baik, walau bisa jadi tak sebaik itu.
Namun hayal sang nahkoda terlalu tinggi, terkadang perlu tamparan keras atau hantaman badai untuk membangunkannya dari mimpi.
Baiklah, jika sang nahkoda ingin pergi, akupun juga ingin pergi. Entah akan kembali ke dermaga pada saatnya atau tidak. Entah pula akan kemana. Yang pasti, nahkoda ingin melaut lebih jauh lagi.
Layar mulai turun walau berat, jangkar mulai terangkat walau menyiksa, entah akankah pesiar megah ini kembali menyalakan tungkunya. Akankah arus membawanya pergi atau semakin merapati dermaga.
Sang nahkoda, berpikirlah kembali.
Sunday, February 8, 2015
Jauh
Hai Malang! Hai kota berhawa sejuk! Be nice with me for this 2 months, ok?
Terhitung sejak hari ini, aku ngeKOS!! Akhirnyaa.. setelah sekian lama mendambakan hidup merantau *malang-surabaya aja merantau --" * aku keturutan juga ngekos. Hidup -agak- jauh dari rumah, meskipun duit masih minta sih :(
Malang adalah sebuah kota *atau kabupaten ya?* yang berjarak +- 2 jam dari kota Surabaya -kalo ngga macet-, berada d daerah pegunungan menyebabkan kota ini berhawa sejuk dan berair dingin. Tinggal di kota ini merupakan impianku sejak pertama aku merasakan sejuknya udara Malang. Sehingga kesempatan tinggal di Malang ini jelas tak akan kusia-siakan, meski hanya 2 bulan.
Kenapa aku di Malang? Karena aku sedang PKP (Praktik Kerja Profesi.red) di RS. Saiful Anwar. Wish me luck here. PKP part 2 ini inshAllah akan menjadi PKP terakhir sebelum disumpah sebagai seorang apoteker.
Sebenarnya kalo bener2 mau ngekos ya sekalian dong yang jauh... ah untuk permulaan ngga jauh gapapa, yang penting hawanya adem, ngga gerah. Lagian menurutku Malang juga awal yang baik untuk membuat kesan menyenangkan hidup di perantauan nantinya. Kalau soal jauh, sudah pernah lebih jauh kok. Di Turki, meski cuma 3 minggu, juga sudah menimbulkan kesan menyenangkan di tanah rantau walau mungkin kurang berasa kesannya karena stok makanan dari Indonesia masi cukup hehe..
So, let's wait for my story in this apple town