Thursday, September 4, 2014

Hmmm

Dulu aku pernah bercita-cita untuk bekerja di Rumah Sakit. Jalan sudah terbuka atas kehendak Allah, aku sudah menyelesaikan studi strata 1 di Fakultas Farmasi. Masih ada dua langkah lagi untuk bisa bekerja di Rumah Sakit, yaitu kuliah profesi dan strata 2 atau program magister. Meskipun pernah berniat membelot dengan keinginan memilih praktik kerja profesi di industri, namun niat masih dapat diluruskan dengan mencoba istiqomah di rumah sakit. Tapi ketika dihadapkan pada pilihan menggiurkan untuk bisa melanjutkan studi di luar negeri dengan jalan menjadi dosen terlebih dahulu, niat yang sudah keukeuh ini perlahan melunak. Aku lebih ingin menjelajah.
Luar negeri adalah tempat dimana aku ingin menjejakkan kakiku agar tercipta sebuah cerita perjalanan panjang dalam hidupku yang tidak hanya kuhabiskan di satu tempat. Dunia ini luas, kawan. Aku tidak ingin dalam hidupku hanya merasakan tanah Indonesia. Aku ingin kaki ini meninggalkan jejak tak terlihat di tempat-tempat yang bermil-mil jauhnya dari rumahku. Aku ini anak rumahan, sejak taman kanak-kanak hingga duduk di bangku kuliah, aku selalu pulang ke rumah, tidak pernah merasakan sulitnya menjadi anak kos, tidak pernah merasakan kerinduan yang begitu hebat terhadap orang tua dan kampung halaman yang dapat membuatku berkata "aku ingin pulang", sebab setiap hari aku selalu pulang. Itulah mengapa aku ingin menjelajahi Luar Negeri, mengetahui seberapa luaskah Luar Negeri itu, memahami seberapa sulit hidup diantara orang-orang yang tidak memahami ucapanmu, merasakan keraskah atau lunakkah salju itu.
Sekarang mungkin masih terlalu dini memikirkan lapangan pekerjaan, tapi aku sudah merasa perlu memikirkannya untuk membangun niat kemana diriku akan kuarahkan. Mengejar karir di Rumah Sakit, atau menjadi dosen yang bisa melanjutkan studi di Luar Negeri?

Monday, September 1, 2014

Goa Cina - An Unexpected Journey (2)

Perjalanan berlanjut, tapi sebelumnya, bolehlah jembatan khas ini diabadikan, dari mobil saja lah.

perjalanan ke Goa Cina tidak semulus perjalanan sebelumnya. medan yang naik turun dengan kondisi jalan sangat bergelombang. Bahkan berjalan kaki lebih cepat dibanding naik mobil. "ini kenapa ya kok nggak diperbaiki?" "mungkin memang sengaja nggak diperbaiki, biar ada ceritanya, kalo perjalan ke sini ini jalannya jelek banget, tapi kalo sudah sampe perjalanannya terbayar" "hmm bisa jadi"

ternyata memang benar, TERBAYAR!
di sini juga spot yang bagus untuk melakukan foto prewed ala kami


kami bermain di sini sampai puas. Ada Peki yang bermain lulur pelangsing bersama Tegar, dan aku hanya bisa tertawa terpingkal melihat mereka, ada juga Windy dan mas Gupik yang berusaha menata kamera agar berdiri dengan "pas" untuk kami berfoto berlima. Hasilnya:

kemudian kami bermain "kotak pos" sambil berendam hingga matahari terbenam. tentu saja Windy tak akan melewatkan sunset view yang indah ini.

untuk memasuki area pantai goa cina ini dipungut biaya Rp 5000 per orang, sedangkan Rp 7000 untuk biaya parkir mobil.

terimakasih atas hari itu, 30 Agustus 2014. semoga akan ada liburan-liburan yang lain lagi :)

Sunday, August 31, 2014

Bajul Mati - An Unexpected Journey (1)

Alkisah pada suatu sore di danau angsa
"Mer, kita mau ngajak kamu ke malang selatan" "kapan?" "besok, maksimal habis subuh" *dalam hati "buset, mana mungkin diijinin"* "sebentar tak ijin ayahku" *kemudian Hp mery berbunyi* "assalamualaikum" "waalaikumsalam. kamu naik apa ke sana?" "nnngggg.. anu.. nggak tau" "yaudah pokoknya jangan naik motor, jauh, bahaya" "tapi nggakpapa?" "iya, pokoknya jangan naik motor", sesampai di rumah, mery telepon ayahnya "Assalamualaikum" "waalaikumsalam, kenapa mer?" "Yah, rencancanya mereka pada mau bawa motor, tapi kalo ngajak Tegar bisa bawa mobil, boleh?" "oo yaudah, pokoknya nggak berdua kan?" "nggak kok yah, berlima" YESS!!

dalam perjalanan, di suatu daerah di Malang, karnaval memperingati 17 Agustus. setengah badan jalan digunakan peserta karnaval, setengah yang lain harus digunakan kendaraan dari dua arah untuk berbagi jalan.
"wah senengnya di tengah perjalanan ada hiburan" "hahaha iyaa.." dan bla bla bla bahagianya... hingga akhirnya sebuah truk gandeng kelebihan muatan berisi tebu dari arah berlawanan memaksa lewat bahu jalan, miring, sebagian tebu mengenai truk putih di depan mobil kami, kemudian truk putih itu pun mundur dan..... BRUK! Alhamdulillah hanya plat nomor saja yang terkena, dan nyawa kami selamat. jalan kemudian dialihkan melalui perkampungan penduduk, beberapa kali bertanya pada penduduk sekitar, dan mengandalkan insting serta aplikasi google maps yang sempat salah baca, akhirnya kami menemukan jalan lurus yang benar.
Setelah beberapa jam mendaki gunung lewati lembah, berhenti di pinggir jalan dan menumpang buang air di salah satu rumah penduduk karena sudah tak tahan, kami sampai di tujuan pertama kami: "Pantai Bajul Mati, Malang Selatan" setelah sholat jamak berjamaah dan sejenak melepas lelah, dimulai dari dua orang yang memberanikan diri ke pinggir pantai di tengah siang bolong teriknya matahari, akhirnya satu per satu mengikuti.
ini foto lompatku yang terbaik dan terpantas setelah beberapa kali take

pantai yang masih bersih, airnya jernih, ombak yang besar, pengunjungya sedikit, membuatnya serasa pantai pribadi. Harga tiket masuknya Rp 6000 per orang, ditambah parkir mobil Rp 5000.

Oke, mari saya perkenalkan dengan Tegar, atau yang biasa saya panggil dengan Mas Aga, seorang yang sudah setahun ini "menemani" kehidupan saya



menurut saya, dia selalu sukses mengambil gambar saya dengan bagus sekali, seperti ini:


setelah lelah mengabadikan kebahagiaan kami di pantai ini, kami berusaha membersihkan kaki *yang ternyata percuma*, kembali ke mobil dan bersiap menuju ke tujuan selanjutnya: "Pantai Goa Cina"


... ceritanya bersambung sampai saya mendapatkan kiriman foto dari kamera Windy ...

Monday, August 11, 2014

a little review, comparing, and assuming

setelah tidak sengaja menonton dua film yang ternyata "mirip", ini komentarku.

Olympus Has Fallen
Film ini bercerita tentang penurunan jabatan seorang ketua pengawal presiden menjadi pegawai kementrian keuangan setelah sebuah kecelakaan yang menewaskan the first lady of USA. Saat mendapat kunjungan dari perdana menteri Korea Selatan, White House terancam. Seorang pengawal perdana menteri Korea Selatan ternyata adalah seorang teroris asal Korea Utara yang paling diburu di dunia. Pembajakan White House hingga ke bunker presiden pun berhasil dilakukan olehnya dibantu oleh salah satu pengawal presiden yang ternyata berhianat. tiga kode pengaktif nuklir pun telah diaktifkan oleh Pembajak, hingga akhirnya Amerika berada dalam kegentingan. sosok mantan ketua pengawal presiden ini pun muncul sebagai pahlawan yang dapat menyelamatkan White House. Ia menyelamatkan anak dari Presiden Amerika, Sekretaris Presiden, Presiden Amerika, serta seluruh warga dunia setelah berhasil me-nonaktifkan kembali nuklir-nuklir yang dimiliki Amerika. Dan kembalilah Ia menjadi ketua pengawal kepresidenan.

White House Down
Hampir serupa dengan film di atas, film ini bercerita tentang keruntuhan White House oleh seorang yang diangkat sebagai Presiden Sementara dan berencana membumihanguskan White House. Kisah Heroik dilakukan oleh seorang turis yang berada di dalam sana bersama anak perempuannya, dimana Si Turis akhirnya dapat menyelamatkan presiden dan seluruh sandera yang berada dalam White House dan mengungkap kejahatan yang telah dilakukan Presiden Sementara. Lalu Si Turis diangkat menjadi pengawal pribadi Presiden.

kedua film diatas menurutku serupa, sehingga muncul dalam pikiranku bahwa ada semacam kontes atau perlombaan untuk sineas perfilman membuat sebuah film yang menceritakan tentang keruntuhan White House. Hmm.. seandainya ini benar, maka apakah tujuan dari pembuat lomba tersebut? atau apakah tujuan dari produser film tersebut?  Apakah ia ingin memberitahukan pada dunia bahwa pengamanan White House sebenarnya dapat dengan mudah ditembus? Apakah ia menginginkan keruntuhan White House benar-benar terjadi? seperti yang kita tahu bahwa pemberian sugesti dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, memberi pesan dengan berbagai macam sarana media secara eksplisit, meracuni pikiran dengan cara halus melalui sebuah film pun bisa menjadi pilihan. atau sebaliknya mereka ingin menunjukkan bahwa Gedung Putih itu tak terkalahkan? White House pasti tidak akan mati? hmm..

ini hanya sekilas pandanganku tentang kedua film serupa yang tidak sengaja aku tonton pada hari yang sama.

Sunday, August 3, 2014

it is about people i really really wanna meet again :)

They are my internship partners :)

Aykut önay and Kerem Tamer

Hilal Torul

Hüma Yilmaz

Cutie Kerem Tamer, and the hand of his father, Mr. Uğur Tamer.


They are my friends, the very right man is Turgut Tufan, my SEO of this internship, the girl and that man behind me are Turgut's friends, unfortunately I forget their name.


They are Indonesian kids I met there

 ah I forget his name :(

this is Hadia

I wish I can meet them again, in Turkey. Aamiin :)

Saturday, August 2, 2014

Air Mata yang Mengintip di Sudut Mata

say hello from meh!
nyempetin berkunjung ke blog sendiri diantara adzan dzuhur *astaghfirullah
nggak lama-lama, mau mandi, sholat dan bersiap kembali ke Ujung Pangkah, setelah tiga hari yang lalu sampe Surabaya setelah lebaran di Ujung Pangkah *halah.
intinya kembali lagi ke Ujung Pangkah untuk turut serta mendoakan om (alm) yang setahun lalu tepat sehari sebelum kepergianku berkelana ke Turki, beliau dipanggil Allah s.w.t. kembali dalam peluknya.
rasa kehilangan itu sangat melekat sampai sekarang, kebaikannya, keramahannya, kesabarannya, canda tawanya akan selalu terkenang dalam hati dan benakku.
sejenak throw back beberapa tahun belakangan sebelum beliau meninggal, saat bertandang ke Ujung Pangkah, jarang sekali aku mampir ke rumah beliau. sekarang menyesal lah aku. ketika ke sana tidak lagi menjumpai senyum ramah dan hangatnya, yang ada hanyalah tangis dari tante saat beliau menceritakan kembali kisahnya bersama almarhum yang berujung air mata di sudut mataku.
kebaikan beliau membuat kami semua keponakan beliau merasa begitu kehilangan. kenangan kami masing-masing tentang beliau, tidak ada satupun kenangan pahit atau buruk. semua kenangan yang indah. *menulis ini dengan air mata yang sudah mengintip di sudut mata*
semoga kenangan indah yang tertinggal dalam diri kami yang kehilangannya, seindah kehidupannya di dunianya yang sekarang. Aamiin..
Cak Man, titip salam untuk adik Wardah tersayang jika engkau berjumpa dengannya.

Thursday, May 29, 2014

aku kangen macan

hai macan.. apa kabar? kayaknya udah lamaaa banget nggak ketemu mereka. sejak aku memutuskan untuk ambil beberapa kelas kuliah di kelas b-cak dan kelas d demi skripsi dan kenyamanan kuliahku. rasanya kangen. jadi inget dulu waktu kita praktikum bareng: fisdas, kimdas, kiman, anfar; waktu sekelompok dalam tugas apapun; waktu makan padang bareng; mimpi-mimpi yang kita buat bareng: bikin generasi macan junior, umrah/haji bareng sama pasangan masing-masing, rumahnya tetanggaan dari blok M-1 sampe M-7; waktu garap tugas berjamaah di McD. nggak kerasa sebentar lagi udah mau UAS, udah untup-untup semester 8, udah mau lulus aja. kira-kira kita masih kayak dulu nggak yaa kalo kelompokan lagi, kalo ketemu lagi? kira-kira mimpi kita terwujud nggak ya? aku kangen dani, novi, tata, cinti, windy, farmut. aku kangen kalian, macan... :')

menikah??

hahaha judulnya aja udah kontroversial yaa.. nggaaakk.. bukan akuu.. belum siap, belum waktunya..
belakangan ini sudah jarang menjamah akun jejaring sosial lewat laptop, sekalinya buka, eh, ngeliat postingan foto salah satu adek kelas jaman SMA yang lumayan bikin kaget.

setelah beberapa bulan (hampir setahun) lalu dikejutkan oleh kabar akan menikahnya adek kelasku Zia, kali ini ada lagi, Didi. postingan foto yang aku lihat itu adalah foto pernikahannya Didi yang diambil oleh temannya dan dipost di fb temannya itu. lagi-lagi aku dibuat kagum sama indahnya gaun pengantin yang tertutup syar'i. Gaun yang dipake Zia waktu nikah, sama gaunnya Didi beda nuansa, tapi tetep syar'i. duuh.. jadi pengen design sendiri gaun pengantin syar'i kayak punya mereka :" *tampar pipi, bangun woooyy.. skripsi belum kelar*

btw, Zia udah punya dedek loooh.. selamat menjadi wanita sesungguhnya Zia :D

hmmm... kalo dipikir-pikir, aku belum pernah dapet undangan nikah dari temen-temen seangkatanku. tapi adek kelas aja udah ada yang nikah, dua malahan (yang aku tau). hmm... adem ayem aja nih kayaknya temen-temen seangkatanku hahaha... wahai teman-teman yang udah pada siap nikah, aku diundang yaa.. rasanya pengen gitu tetiba di rumah ada undangan nikahan yang ditujukan buat aku. hahaha...

"kamu itu nyuruh-nyuruh orang, kamu aja napa yang nikah, mer" *gitu ya pikirannya yang baca?*

iya, insyaAllah saya menikah. tapi nggak dalam waktu dekat ini. dalam suatu momen agak nggak enak antara orang tuaku dan aku, ortuku bilang kalau mereka bisa saja menikahkan aku, tapi mereka ingin melihat aku sukses dulu. that's the point. mumpung orang tua masih ada, disempetin untuk melakukan apa yang diinginkan ortu dulu. sebagai orang yang membesarkan aku, membiayai, mengasihi, menyayangi, mencintai aku dari A sampai Z, kurang ajar namanya kalo aku nggak memenuhi keinginan ortuku. aku nggak mau dikemudian hari aku menyesal karena belum pernah membanggakan dan membahagiakan ortuku. untuk urusan calon sih ada, insyaAllah, kan sudah diatur jodohnya sama Allah. niat untuk menikah juga sudah ada *yaiyalah, siapa yang nggak mau? lagipula menikah juga diajarkan oleh Rasulullah kan?*. tapi yaaa itu.. berhubung aku belum terhitung sukses di mata kedua orang tuaku, tentunya restu juga pasti belum diturunkan untukku. Ridhallahu ridhal walidain. jadi, dalam kamusku, nggak ada yang namanya kawin lari, nikah sirri, atau apapun itu lah. hahaha..

terus gimana dong?

berhubung akunya belum mampu (mungkin harus ngaji mengenai pernikahan dulu), calonnya juga belum melamar (yaiyalah, emang udah ada gitu calonnya?), belum bisa masak dan macak diri dengan baik, belum punya bekal apa-apa, belum direstui ortu, (PENTING: BELUM KELAR SKRIPSINYA!).. yaaa puasa dulu. hehehe.. bismillah, diselesaikan dulu segala halnya, dinikmati dulu masa mudanya. berusaha dan berdoa dulu supaya dapat pendamping hidup yang disukai Allah, ortu, keluarga, dan (kalo mereka semua pada suka) tentunya aku sukai juga. Rabbii habli minash sholihin. amin :)

buat Zia dan Didi yang sudah berkeluarga, semoga keluarganya samara yaa.. Barakallahu lakuma wa jama'a bainakuma fii khaiir. selamat mengarungi bahtera indah nan halal. doakan semoga saya segera menyusul. amin :')
sekali lagi, ayo ayoo yang udah pada siap nikah, aku diundang yaa.. hehehehe

Friday, April 18, 2014

curhat

lagi pengen nulis nih.. hehe.. habis baca salah satu blog yang aku follow. kalo boleh jujur, aku iri sama dia. aku iri karena dia begitu disayang oleh Allah. coba aku jadi dia, andai aku yang ada dalam posisinya, akankah Allah menolongku seperti Ia menolong mbak blogger itu? aku bukan berprasangka buruk pada Allah, aku hanya iri padanya yang begitu disayang oleh Allah. aku pernah seperti mbak itu (sebut saja S), tapi Allah tidak begitu terhadapku, Allah membiarkanku jatuh, ya aku sadar, itu caraNya untuk menguatkanku. tapii... entahlah.. Astaghfirullah...
Allah, salahkah aku iri padanya? Engkau begitu menyayanginya, aku iri pada perhatianMu terhadapnya. aku ingin seperti dia. aku ingin Engkau mencintaiku seperti cintaMu padanya. aku ingin Ya Allah..

bidadarimu, tak lagi aku

hai kawan. senang rasanya melihatmu sudah move on :)
selamat atas ... hmmm.. apa ya bilangnya.. ahh.. ta'aruf mungkin lebih pas untuk kalian. aku berharap kebahagiaan menyertai kalian berdua, semoga langgeng, cepet lulus biar bisa segera melamar sang bidadari :)
oiya, bidadari, hihihihi... lucu rasanya mengingat nama itu pernah tersemat untukku dalam sebuah puisi ciptaanmu. bahkan puisi itu adalah postingan pertama blog yang belakangan tak pernah dikunjungi pemiliknya ini. hehehe. mengingat masa itu, begitu dekatnya kita sampai ada yang bilang "mer, kamu sama dia aja, cocok loh" hahahaha.. komentar orang-orang itu lucu ya.. padahal kita ya biasa aja, bahkan hingga saat ini, saat masing-masing dari kita sudah punya "jodoh" sendiri, kita masih keep in touch, yaa tentu nggak sesering jaman kita masih berseragam putih abu-abu. sekarang kata "bidadari" itu sudah tidak lagi jadi gelarku seperti yang ada pada puisi itu, sekarang bidadarimu adalah dia.
bicara tentang bidadarimu yang sekarang, dia cantik, pinter pastinya, kelihatannya baik (baru kelihatannya, soalnya belum pernah kenal), hmmm... she's the lucky one, or maybe you are the lucky man can get her :) bidadarimu kali ini, nggak kalah kok dari malaikat hati yang dulu sempat membuatmu menunggu dan kecewa, jauh lebih baik malahan :)
seneng rasanya lihat kalian setiap nggak sengaja papasan, selalu pengen ketawa terkikih, bukan karena lucuu.. bukaaan.. tapi entah yaaa.. seneeeng aja, bahagia gitu lihat kamu jalan sama dia, kayak ngeliat temenku W yang lagi deket sama P. rasanya kalo liat dua pasangan ini pengen godain gitu, pengen usil, pengen "cieeh cieeh"in.. dan pasti langsung bilang "ya ampuuuun.. kaliaaaan :D" hihihihihi.. longlast yaa kawan.. may Allah bless you two :)