Aku yang memulai, aku yang memikirkan, namun aku pula yang harus mengendalikan.
Ternyata sang nahkoda masih ingin berkelana, yang kukira sudah berlabuh di dermaga, ternyata ingin mencoba mencari lebih jauh lagi, yang mungkin lebih baik, walau bisa jadi tak sebaik itu.
Namun hayal sang nahkoda terlalu tinggi, terkadang perlu tamparan keras atau hantaman badai untuk membangunkannya dari mimpi.
Baiklah, jika sang nahkoda ingin pergi, akupun juga ingin pergi. Entah akan kembali ke dermaga pada saatnya atau tidak. Entah pula akan kemana. Yang pasti, nahkoda ingin melaut lebih jauh lagi.
Layar mulai turun walau berat, jangkar mulai terangkat walau menyiksa, entah akankah pesiar megah ini kembali menyalakan tungkunya. Akankah arus membawanya pergi atau semakin merapati dermaga.
Sang nahkoda, berpikirlah kembali.
Tuesday, March 31, 2015
Nahkoda
Subscribe to:
Posts (Atom)