Banyak hal yang masih harus disesuaikan
Agar berjalan seiring, bermain seirama
Tahukah, aku masih merindukan kebiasaan lamaku
Yang biasa kulakukan bersama teman-temanku
Atau bersama dengan yang lalu
Yang kini tak bisa kulakukan ketika bersamamu
Pun bersama teman-temanku, yang sedang sibuk merajut masa depan
Aku sangat memahami perbedaan kita
Aku yakinkan kamu yang terbaik
Hanya, sekarang aku sendiri
Salahkah kebiasaan lama yang kulakukan?
Buruk kah?
Tapi kamu bahkan tak ingin melakukannya bersamaku
Oke, memang tidak dibenarkan hanya berdua saja
Akan menyenangkan andai bisa melakukannya bersamamu
Jujur, tidak harus berdua saja, ajaklah siapapun
Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama
Melakukan hal-hal yang kusuka
Ah~ tapi jika kau tak menyukainya, tak akan jadi menyenangkan
Kupikir perbedaan kecil ini sepele
Semoga aku bisa menyesuaikan kebiasaan lamaku dengan cara hidupmu
Semoga aku bisa mengesampikan egoku
Agar bisa bersamamu
Saturday, November 14, 2015
Sunday, November 1, 2015
Jika semua berjawab "Ya"
Sahabatku, kau kah itu? Jodoh yang kuminta pada Tuhan dalam setiap sujud malamku?
Kau kah itu? Pria yang kelak menjadi imam bagiku dan anak-anakku? Yang menuntun kami bersama-sama mendekat pada Ridho dan Jannah-Nya?
Kau kah itu? Yang menjabat tangan Ayahku untuk berjanji pada Tuhan mengambil alih tugas Ayah membimbingku?
Kau kah itu? Penyempurna separuh agamaku? Yang tertulis dalam lauhul mahfudz kehidupanku?
Lalu, dari sekian banyak pria di muka bumi ini, mengapa kamu?
Dari sekian ratus mil jauhnya kujelajahi dunia ini, mengapa lagi-lagi kamu?
Dari sekian banyak cinta yang menghidupi dunia ini, mengapa kupilih cintamu?
Dari sekian pertemuan dan perpisahan selama hidup ini, mengapa bertemunya denganmu?
Lalu inikah yang disebut takdir Tuhan? inikah rencana Tuhan yang aku bahkan tak pernah berani menduganya?
Inikah arti dari "sebaik-baik usaha manusia, Tuhan lah yang menentukan hasilnya" ?
Inikah arti dari "rencana Tuhan selalu lebih indah" ?
Sahabatku, jika semua tanya itu berjawab "Ya", semoga Tuhan mempermudah jalan kita, semoga Tuhan memberkahi keinginan dan rencana kita, dan semoga selalu ada Tuhan dalam setiap langkah kita. Aamiin.. Karena Ia lah sejatinya pemilik diri kita, pemersatu dan pemisah diri kita :)
-maw-
Kau kah itu? Pria yang kelak menjadi imam bagiku dan anak-anakku? Yang menuntun kami bersama-sama mendekat pada Ridho dan Jannah-Nya?
Kau kah itu? Yang menjabat tangan Ayahku untuk berjanji pada Tuhan mengambil alih tugas Ayah membimbingku?
Kau kah itu? Penyempurna separuh agamaku? Yang tertulis dalam lauhul mahfudz kehidupanku?
Lalu, dari sekian banyak pria di muka bumi ini, mengapa kamu?
Dari sekian ratus mil jauhnya kujelajahi dunia ini, mengapa lagi-lagi kamu?
Dari sekian banyak cinta yang menghidupi dunia ini, mengapa kupilih cintamu?
Dari sekian pertemuan dan perpisahan selama hidup ini, mengapa bertemunya denganmu?
Lalu inikah yang disebut takdir Tuhan? inikah rencana Tuhan yang aku bahkan tak pernah berani menduganya?
Inikah arti dari "sebaik-baik usaha manusia, Tuhan lah yang menentukan hasilnya" ?
Inikah arti dari "rencana Tuhan selalu lebih indah" ?
Sahabatku, jika semua tanya itu berjawab "Ya", semoga Tuhan mempermudah jalan kita, semoga Tuhan memberkahi keinginan dan rencana kita, dan semoga selalu ada Tuhan dalam setiap langkah kita. Aamiin.. Karena Ia lah sejatinya pemilik diri kita, pemersatu dan pemisah diri kita :)
-maw-
Subscribe to:
Posts (Atom)