pertanyan diatas pernah terbersit dalam pikiranku. sebenarnya seberapa jauh sih kata "jauh" itu? apa sejauh madiun-surabaya? *menyindir seseorang nih* atau, sejauh jarak dunia-akhirat? atau segala sesuatu yang tak terjangkau oleh tangan itu sudah "jauh" hmm.. gimana menurut anda?
aku mau mendeskripsikan kata jauh yang pernah aku rasakan. bagiku, jarak yang terjauh dari sesuatu adalah ketika sesuatu itu sudah pergi selangkah saja dari hati kita. itu adalah jarak terjauh yang bahkan berkilo-kilometer lebih jauh dari jarak antara bumi dan matahari. kenapa begitu? coba bayangkan (atau mungkin ada yang sudah pernah merasakan?) rasanya ketika kita ditinggalkan oleh orang-orang terkasih dalam hidup kita (misalnya ibu, ayah, anak, suami, atau istri) untuk selama-lamanya? apa yang akan terasa? sedih? pasti.. merasa jauh? pasti.. jauh di sini karena kamu merasa tak akan lagi dapat melihat senyum mereka, canda, tawa, bahkan tangis mereka. tapi sadarkah? bahkan hingga puluhan tahun berjalan, mereka tetap ada dalam hatimu. orang-orang terkasih kita tak pernah benar-benar jauh dari kita, kita hanya tak bisa melihatnya lagi, tapi mereka tak pernah selangkah pun pergi dari hati kita. mereka akan tetap selalu dekat dengan kita. benar kan?
berbeda ketika kita memusuhi atau dimusuhi oleh seseorang, disaat itu mereka yang memusuhimu (atau yang kamu musuhi) sudah selangkah menjauh atau bahkan berlari dari hatimu. di saat seperti itu, merasakah kamu jika mereka berada sangat-sangat jauh darimu? padahal mungkin jarak antara kalian hanya sebatas halaman rumah, atau bahkan untuk menyentuhnya saja kamu tak perlu melangkahkan kaki, tapi rasanya jauuuhh sekali. mungkin begitu juga dengan kamu yang pernah merasa patah hati? orang yang kamu kasihi, yang biasa ada di dekatmu, mungkin hingga sekarang ini masih dekat secara fisik, mungkin masih satu sekolah, satu kantor, satu kampus, atau bahkan yang masih satu RW *sedikit curhat*, betapapun dekatnya kamu dengan orang yang kamu sayang, tapi jika dia sudah melangkah selangkah saja menjauh dari hatimu, pasti akan terasa sangat jauh, iya kan?
setidaknya itu yang aku rasakan, ketika ditinggalkan oleh nenek yang sangat aku sayangi, hingga kini aku masih merasa dekat dengannya, meskipun tak bisa tidak, aku sangat merindukannya :)
dan sebaliknya ketika seorang yang menjadi "pangeran" hatiku meninggalkan hatiku tanpa alasan satupun *halah.. mendramatisir deh* meskipun secara fisik kita bisa saja dekat, tapi terasa jaauuuuhh sekali, rasanya sangat tak terjangkau :( ahh sudah-sudah :) semua kejadian dalam hidup adalah pelajaran, iya kan? :D
Saturday, January 7, 2012
Tuesday, January 3, 2012
to be a good wife
suatu hari di tengah kegalauan hatiku masalah seorang cowok, salah satu temen SMA ku yang baru follow akun twitterku bilang gini ke aku, "kamu itu cantik mer, calon istri yang baik, jadi gak usah galau masalah cowok mer, pasti banyak kok yang antri buat kamu" *kurang-lebihnya gitu kata-katanya* siapa sih yang nggak melayang dibilang kayak gitu sama seorang lawan jenis? jawabannya, aku. setelah dibilang kayak gitu, jujur aja aku bingung harus merespon apa tentang kalimatnya. aku malah berpikir mengenai "sosok calon istri yang baik". apa iya aku sudah jadi calon istri yang baik kayak yang dia bilang?
jadi gini, akhir-akhir ini aku agak ada pikiran tentang itu, sosok calon istri yang baik, menurutku, untuk bisa jadi calon istri yang baik itu harus menguasai tiga hal pokok wajib utama bin fardhu, yaitu
1. masak
kenapa masak? mengingat bahwa kebutuhan dasar manusia salah satunya adalah pangan *dari pelajaran sd bahwa kebutuhan primer adalah sandang, pangan, dan papan* jadi sebagai istri kita wajib bisa masak buat memenuhi hajat hidup kita dan keluarga. aku diingatkan tentang hal yang satu ini ketika pernah dekat sama seorang cowok yang bilang "waduh, lha aku makan apa nanti" ketika aku bilang aku gak bisa masak. dari situ aku langsung berpikir, "iya ya, kalo aku gak bisa masak, lha kalo nikah nanti makan apa?" dari situ aku mulai berniat untuk belajar masak *meskipun sampai detik ini baru niat aja, belum terealisasi*. jadi intinya, aku belum memenuhi syarat pertama ini.
2. ngurus rumah
kegiatan ini adalah yang biasa kita temukan di setiap rumah yang berpenghuni. misalnya nyapu, ngepel, bersih-bersih perabotan, nyuci, setrika, berkebun, dan segala macam yang namanya house work *tolong bedakan dengan home work yang selalu dikasih guru di sekolah* kalo untuk urusan ini sih, sebenernya aku bisa, bisa nyapu, ngepel, nyuci, setrika. sebenernya bisa, tapiiiii... aku rasa ini karena aku yang belum pernah tau rasanya tinggal terpisah dari orang tua, di rumah ada 'mbak' yang selalu setrikain baju, nyapu, ngepel, dan kalo aku nyuci ya pake mesin cuci, jadi aku sampe sekarang merasa belum lihai kalo harus melakukan semua pekerjaan itu sendirian, setiap hari, bertahun-tahun, bahkan sampe mati. astaghfirullah.. padahal aku ini perempuan -_-. jujur, untuk masalah ini, satu0satunya solusi adalah aku harus belajar hidup sendiri, terpisah dari orang tua, dimana aku harus bertanggung jawab sama apa yang aku punya sendiri, tapi sampe detik ini, orang tua belum ngasi ijin aku ngekos karena aku kuliah di tempat yang sama dengan aku tinggal. inti dari semua kata-kata di nomor dua ini adalah aku belum mandiri. jadi, untuk urusan ini aku juga belum memenuhi syarat.
3. manage uang
sering nggak denger berita perceraian karena masalah ekonomi keluarga? atau KDRT (kekerasan dalam rumah tangga.red), bahkan pembunuhan gara-gara masalah yang sama? gara-gara perekonomian dalam rumah tangga yang mungkin mepet karena si istri merasa suami hanya memberi sedikit alias kurang. atau pernah denger tentang pejabat tinggi yang korupsi untuk memberikan sesuatu yang mewah kepada istri dan anak-anaknya? hmm.. kalau kata orang bijak sih, seorang pria bisa sukses karena wanita, tapi juga bisa rusak karena wanita. oke, ada benernya, bisa jadi istri si pejabat dalam kasus ini terlalu menuntut lebih kepada suaminya, sehingga si suami terpaksa korupsi untuk memenuhi kebutuhan si istri. *ah~ kayaknya malah ngelantur deh* udah-udah. jadi, menurutku, masalah manage uang ini memang bukan cuma pekerjaannya akuntan, tapi juga seorang istri. berapapun penghasilan suami harus bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. di situ lah letak repotnya. maka dari itu, sejak aku duduk di bangku SMP, aku sudah berusaha untuk bisa mengatur uang jajanku semdiri. dulu pas masih SMP, aku minta ayah memberiku uang jajan per minggu, jadi cukup atau enggak, aku nggak boleh minta tambahan dalam seminggu itu, terus lama-lama meningkat hingga akhirnya aku minta uang jajan dikasih per bulan, semuanya berhasil dengan baik sampai beberapa bulan terakhir ini aku merasa selalu kekurangan uang jajan. entahlah, rasanya beberapa bulan terakhir pengeluaranku nggak terkontrol dengan baik. jadi, mulai bulan ini aku harus memperbaiki caraku me-manage uangku lagi.
dari ketiga prasyarat calon istri yang baik di atas, rasanya aku belum memenuhi semuanya deh.. agak heran juga sama temenku yang bilang kayak gitu tadi.. entahlah dia lihat aku dari mananya. tapi yang jelas, i'm on my way to be a good wife :) targetku maksimal lima tahun lagi aku sudah harus bisa menguasai ketiganya. amin :)
jadi gini, akhir-akhir ini aku agak ada pikiran tentang itu, sosok calon istri yang baik, menurutku, untuk bisa jadi calon istri yang baik itu harus menguasai tiga hal pokok wajib utama bin fardhu, yaitu
1. masak
kenapa masak? mengingat bahwa kebutuhan dasar manusia salah satunya adalah pangan *dari pelajaran sd bahwa kebutuhan primer adalah sandang, pangan, dan papan* jadi sebagai istri kita wajib bisa masak buat memenuhi hajat hidup kita dan keluarga. aku diingatkan tentang hal yang satu ini ketika pernah dekat sama seorang cowok yang bilang "waduh, lha aku makan apa nanti" ketika aku bilang aku gak bisa masak. dari situ aku langsung berpikir, "iya ya, kalo aku gak bisa masak, lha kalo nikah nanti makan apa?" dari situ aku mulai berniat untuk belajar masak *meskipun sampai detik ini baru niat aja, belum terealisasi*. jadi intinya, aku belum memenuhi syarat pertama ini.
2. ngurus rumah
kegiatan ini adalah yang biasa kita temukan di setiap rumah yang berpenghuni. misalnya nyapu, ngepel, bersih-bersih perabotan, nyuci, setrika, berkebun, dan segala macam yang namanya house work *tolong bedakan dengan home work yang selalu dikasih guru di sekolah* kalo untuk urusan ini sih, sebenernya aku bisa, bisa nyapu, ngepel, nyuci, setrika. sebenernya bisa, tapiiiii... aku rasa ini karena aku yang belum pernah tau rasanya tinggal terpisah dari orang tua, di rumah ada 'mbak' yang selalu setrikain baju, nyapu, ngepel, dan kalo aku nyuci ya pake mesin cuci, jadi aku sampe sekarang merasa belum lihai kalo harus melakukan semua pekerjaan itu sendirian, setiap hari, bertahun-tahun, bahkan sampe mati. astaghfirullah.. padahal aku ini perempuan -_-. jujur, untuk masalah ini, satu0satunya solusi adalah aku harus belajar hidup sendiri, terpisah dari orang tua, dimana aku harus bertanggung jawab sama apa yang aku punya sendiri, tapi sampe detik ini, orang tua belum ngasi ijin aku ngekos karena aku kuliah di tempat yang sama dengan aku tinggal. inti dari semua kata-kata di nomor dua ini adalah aku belum mandiri. jadi, untuk urusan ini aku juga belum memenuhi syarat.
3. manage uang
sering nggak denger berita perceraian karena masalah ekonomi keluarga? atau KDRT (kekerasan dalam rumah tangga.red), bahkan pembunuhan gara-gara masalah yang sama? gara-gara perekonomian dalam rumah tangga yang mungkin mepet karena si istri merasa suami hanya memberi sedikit alias kurang. atau pernah denger tentang pejabat tinggi yang korupsi untuk memberikan sesuatu yang mewah kepada istri dan anak-anaknya? hmm.. kalau kata orang bijak sih, seorang pria bisa sukses karena wanita, tapi juga bisa rusak karena wanita. oke, ada benernya, bisa jadi istri si pejabat dalam kasus ini terlalu menuntut lebih kepada suaminya, sehingga si suami terpaksa korupsi untuk memenuhi kebutuhan si istri. *ah~ kayaknya malah ngelantur deh* udah-udah. jadi, menurutku, masalah manage uang ini memang bukan cuma pekerjaannya akuntan, tapi juga seorang istri. berapapun penghasilan suami harus bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. di situ lah letak repotnya. maka dari itu, sejak aku duduk di bangku SMP, aku sudah berusaha untuk bisa mengatur uang jajanku semdiri. dulu pas masih SMP, aku minta ayah memberiku uang jajan per minggu, jadi cukup atau enggak, aku nggak boleh minta tambahan dalam seminggu itu, terus lama-lama meningkat hingga akhirnya aku minta uang jajan dikasih per bulan, semuanya berhasil dengan baik sampai beberapa bulan terakhir ini aku merasa selalu kekurangan uang jajan. entahlah, rasanya beberapa bulan terakhir pengeluaranku nggak terkontrol dengan baik. jadi, mulai bulan ini aku harus memperbaiki caraku me-manage uangku lagi.
dari ketiga prasyarat calon istri yang baik di atas, rasanya aku belum memenuhi semuanya deh.. agak heran juga sama temenku yang bilang kayak gitu tadi.. entahlah dia lihat aku dari mananya. tapi yang jelas, i'm on my way to be a good wife :) targetku maksimal lima tahun lagi aku sudah harus bisa menguasai ketiganya. amin :)
2012, buku, pindah
dear my blog! Happy New Year 2012! hahaha.. it's not too late, right?
oke, ini hari ke tiga dari tahun baru 2012, tahun dimana jaman dulu suku Maya *kalo gak salah* meramalkan bakal terjadi kehancuran dunia alias kiamat, sampe-sampe dibikin sebuah film yang judulnya "2012" yang yaa udah pada tau kan kayak apa kiamat digambarin disitu..
hahaha.. opening postnya kok udah serem-serem gitu ya?? -_-" oke, skip that scary story. :)
new year tahun ini aku bener-bener berdoa agar semua ramalan Suku Maya itu salah semua. amin.. *mengheningkan cipta*
well, mulai dari sebuah buku karya Raditya Dika, blogger konyol yang aku kenal buku pertamanya hasil pinjem dari seorang temen di SMA dan disita sama guru BK gara-gara aku baca pas pondok Romadhon dan sejak saat itu ada anggapan tersendiri kalo itu buku bikin sial. hahaha.. *asli bercanda*
oke, lanjut, belakangan ini bang Dika launching buku barunya yang berjudul "Manusia Setengah Salmon" dan pas aku nulis ini, aku baru aja selesai baca buku itu. kalo di-estimasi, kurang lebih waktu yang aku habisin buat baca buku itu mungkin cuma setengah hari. komentar buat buku itu, buat aku buku itu lengkap, ada sesi lucu ngakak guling-guling kayak orang gila, ada sesi galau akut sampe pengen mati aja, ada sesi so sweet sama mama dan keluarga, ada juga sesi merenungi hidup yang kalo kata bang Dika hidup itu sejatinya adalah selalu berpindah. cukup bagus, hmm.. two thumbs up deh buat bang Dika.
yang aku pengen bilang adalah, buat aku, buku itu punya kekuatan yang hebat. setiap buku yang aku baca, selalu bisa meningkatkan mood menulisku begitu drastis. entahlah, selalu begitu. apapun jenis bukunya, entah itu novel (yang paling sering), komik (yang ini jarang banget), bahkan buku diktat kuliah sekalipun (teramat sangat jarang sekali, mendadak sering pas mau ujian) bisa bikin mood menulisku melonjak. yaa nggak jauh dari yang aku bilang tadi, kali ini mood booster buat nulis-ku lagi meningkat akibat novel terbarunya bang Dika.
pengennya sih disini aku membahas betapa ajaibnya sebuah buku dapat meningkatkan imajinasi seseorang. tapi jadi bingung juga mau berkata-kata apa. intinya, disini aku mengajak kepada semua orang untuk suka membaca. bacalah apaa saja yang kamu suka untuk menimbulkan ide-ide kreatif dalamotak kamu. jujur aja, sebagai seorang calon farmasis, harusnya aku mulai suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan dunia farmasi, tapi sampai sekarang, aku kurang suka baca buku-buku kelas berat tentang farmasi, yang aku baca paling-paling yaa buku diktat sama beberapa text book yang jumlahnya masi bisa dihitung jari. tapi kalo disuruh baca novel yang berat *berat secara fisik maupun isi* aku sanggup-sanggup aja. justru dari situ aku menemukan sesuatu yang bener-bener bisa menginspirasiku. contoh novel yang berat isinya adalah novel-novel karya Dan Brown dengan serial kisah Robert Langdon. novel-novel itu misterius banget, mengungkapkan banyak fakta-fakta yang mungkin selama ini hanya dipahami oleh para sejarawan dunia, atau bahkan mereka belum tahu mengenai fakta-fakta ini. fakta-fakta mencengangkan tentang simbologi, Roma, bahkan tentang keagamaan kristen. sebagai pemeluk Islam, aku aja terheran-heran sama ceritanya Dan Brown, apa lagi orang kristiani, bisa jadi mereka dibikin gak percaya Tuhan sama novel-novel ini. hmm.. mungkin suatu saat nanti aku akan mengalami perubahan cita-cita atau jalan hidup karena kebiasaanku yang lebih suka baca novel daripada baca buku-buku atau jurnal tentang keprofesianku, atau bisa jadi kebalikannya, aku malah rajin baca-baca jurnal farmasis, entahlah apa yang akan terjadi di kemudian hari. seperti kata bang Dika, hidup itu sejatinya adalah berpindah, pindah dari satu tempat ke tempat lain, pindah dari sekolah ke kuliah, pindah dari satu hati ke hati lain, pindah dari kuliah ke kerja, pindah dari masa muda ke masa dewasa, bahkan cita-cita juga bisa jadi pindah, dari farmasis ke novelis mungkin? hahaha.. apapun yang terjadi, perpindahan apapun yang kita alami, yang bisa kita lakukan adalah mencoba menikmati setiap detik kehidupan kita, setiap proses, setiap perpindahan. :) selamat hari selasa ^^
oke, ini hari ke tiga dari tahun baru 2012, tahun dimana jaman dulu suku Maya *kalo gak salah* meramalkan bakal terjadi kehancuran dunia alias kiamat, sampe-sampe dibikin sebuah film yang judulnya "2012" yang yaa udah pada tau kan kayak apa kiamat digambarin disitu..
hahaha.. opening postnya kok udah serem-serem gitu ya?? -_-" oke, skip that scary story. :)
new year tahun ini aku bener-bener berdoa agar semua ramalan Suku Maya itu salah semua. amin.. *mengheningkan cipta*
well, mulai dari sebuah buku karya Raditya Dika, blogger konyol yang aku kenal buku pertamanya hasil pinjem dari seorang temen di SMA dan disita sama guru BK gara-gara aku baca pas pondok Romadhon dan sejak saat itu ada anggapan tersendiri kalo itu buku bikin sial. hahaha.. *asli bercanda*
oke, lanjut, belakangan ini bang Dika launching buku barunya yang berjudul "Manusia Setengah Salmon" dan pas aku nulis ini, aku baru aja selesai baca buku itu. kalo di-estimasi, kurang lebih waktu yang aku habisin buat baca buku itu mungkin cuma setengah hari. komentar buat buku itu, buat aku buku itu lengkap, ada sesi lucu ngakak guling-guling kayak orang gila, ada sesi galau akut sampe pengen mati aja, ada sesi so sweet sama mama dan keluarga, ada juga sesi merenungi hidup yang kalo kata bang Dika hidup itu sejatinya adalah selalu berpindah. cukup bagus, hmm.. two thumbs up deh buat bang Dika.
yang aku pengen bilang adalah, buat aku, buku itu punya kekuatan yang hebat. setiap buku yang aku baca, selalu bisa meningkatkan mood menulisku begitu drastis. entahlah, selalu begitu. apapun jenis bukunya, entah itu novel (yang paling sering), komik (yang ini jarang banget), bahkan buku diktat kuliah sekalipun (teramat sangat jarang sekali, mendadak sering pas mau ujian) bisa bikin mood menulisku melonjak. yaa nggak jauh dari yang aku bilang tadi, kali ini mood booster buat nulis-ku lagi meningkat akibat novel terbarunya bang Dika.
pengennya sih disini aku membahas betapa ajaibnya sebuah buku dapat meningkatkan imajinasi seseorang. tapi jadi bingung juga mau berkata-kata apa. intinya, disini aku mengajak kepada semua orang untuk suka membaca. bacalah apaa saja yang kamu suka untuk menimbulkan ide-ide kreatif dalamotak kamu. jujur aja, sebagai seorang calon farmasis, harusnya aku mulai suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan dunia farmasi, tapi sampai sekarang, aku kurang suka baca buku-buku kelas berat tentang farmasi, yang aku baca paling-paling yaa buku diktat sama beberapa text book yang jumlahnya masi bisa dihitung jari. tapi kalo disuruh baca novel yang berat *berat secara fisik maupun isi* aku sanggup-sanggup aja. justru dari situ aku menemukan sesuatu yang bener-bener bisa menginspirasiku. contoh novel yang berat isinya adalah novel-novel karya Dan Brown dengan serial kisah Robert Langdon. novel-novel itu misterius banget, mengungkapkan banyak fakta-fakta yang mungkin selama ini hanya dipahami oleh para sejarawan dunia, atau bahkan mereka belum tahu mengenai fakta-fakta ini. fakta-fakta mencengangkan tentang simbologi, Roma, bahkan tentang keagamaan kristen. sebagai pemeluk Islam, aku aja terheran-heran sama ceritanya Dan Brown, apa lagi orang kristiani, bisa jadi mereka dibikin gak percaya Tuhan sama novel-novel ini. hmm.. mungkin suatu saat nanti aku akan mengalami perubahan cita-cita atau jalan hidup karena kebiasaanku yang lebih suka baca novel daripada baca buku-buku atau jurnal tentang keprofesianku, atau bisa jadi kebalikannya, aku malah rajin baca-baca jurnal farmasis, entahlah apa yang akan terjadi di kemudian hari. seperti kata bang Dika, hidup itu sejatinya adalah berpindah, pindah dari satu tempat ke tempat lain, pindah dari sekolah ke kuliah, pindah dari satu hati ke hati lain, pindah dari kuliah ke kerja, pindah dari masa muda ke masa dewasa, bahkan cita-cita juga bisa jadi pindah, dari farmasis ke novelis mungkin? hahaha.. apapun yang terjadi, perpindahan apapun yang kita alami, yang bisa kita lakukan adalah mencoba menikmati setiap detik kehidupan kita, setiap proses, setiap perpindahan. :) selamat hari selasa ^^
Subscribe to:
Posts (Atom)