Sunday, August 31, 2014

Bajul Mati - An Unexpected Journey (1)

Alkisah pada suatu sore di danau angsa
"Mer, kita mau ngajak kamu ke malang selatan" "kapan?" "besok, maksimal habis subuh" *dalam hati "buset, mana mungkin diijinin"* "sebentar tak ijin ayahku" *kemudian Hp mery berbunyi* "assalamualaikum" "waalaikumsalam. kamu naik apa ke sana?" "nnngggg.. anu.. nggak tau" "yaudah pokoknya jangan naik motor, jauh, bahaya" "tapi nggakpapa?" "iya, pokoknya jangan naik motor", sesampai di rumah, mery telepon ayahnya "Assalamualaikum" "waalaikumsalam, kenapa mer?" "Yah, rencancanya mereka pada mau bawa motor, tapi kalo ngajak Tegar bisa bawa mobil, boleh?" "oo yaudah, pokoknya nggak berdua kan?" "nggak kok yah, berlima" YESS!!

dalam perjalanan, di suatu daerah di Malang, karnaval memperingati 17 Agustus. setengah badan jalan digunakan peserta karnaval, setengah yang lain harus digunakan kendaraan dari dua arah untuk berbagi jalan.
"wah senengnya di tengah perjalanan ada hiburan" "hahaha iyaa.." dan bla bla bla bahagianya... hingga akhirnya sebuah truk gandeng kelebihan muatan berisi tebu dari arah berlawanan memaksa lewat bahu jalan, miring, sebagian tebu mengenai truk putih di depan mobil kami, kemudian truk putih itu pun mundur dan..... BRUK! Alhamdulillah hanya plat nomor saja yang terkena, dan nyawa kami selamat. jalan kemudian dialihkan melalui perkampungan penduduk, beberapa kali bertanya pada penduduk sekitar, dan mengandalkan insting serta aplikasi google maps yang sempat salah baca, akhirnya kami menemukan jalan lurus yang benar.
Setelah beberapa jam mendaki gunung lewati lembah, berhenti di pinggir jalan dan menumpang buang air di salah satu rumah penduduk karena sudah tak tahan, kami sampai di tujuan pertama kami: "Pantai Bajul Mati, Malang Selatan" setelah sholat jamak berjamaah dan sejenak melepas lelah, dimulai dari dua orang yang memberanikan diri ke pinggir pantai di tengah siang bolong teriknya matahari, akhirnya satu per satu mengikuti.
ini foto lompatku yang terbaik dan terpantas setelah beberapa kali take

pantai yang masih bersih, airnya jernih, ombak yang besar, pengunjungya sedikit, membuatnya serasa pantai pribadi. Harga tiket masuknya Rp 6000 per orang, ditambah parkir mobil Rp 5000.

Oke, mari saya perkenalkan dengan Tegar, atau yang biasa saya panggil dengan Mas Aga, seorang yang sudah setahun ini "menemani" kehidupan saya



menurut saya, dia selalu sukses mengambil gambar saya dengan bagus sekali, seperti ini:


setelah lelah mengabadikan kebahagiaan kami di pantai ini, kami berusaha membersihkan kaki *yang ternyata percuma*, kembali ke mobil dan bersiap menuju ke tujuan selanjutnya: "Pantai Goa Cina"


... ceritanya bersambung sampai saya mendapatkan kiriman foto dari kamera Windy ...

Monday, August 11, 2014

a little review, comparing, and assuming

setelah tidak sengaja menonton dua film yang ternyata "mirip", ini komentarku.

Olympus Has Fallen
Film ini bercerita tentang penurunan jabatan seorang ketua pengawal presiden menjadi pegawai kementrian keuangan setelah sebuah kecelakaan yang menewaskan the first lady of USA. Saat mendapat kunjungan dari perdana menteri Korea Selatan, White House terancam. Seorang pengawal perdana menteri Korea Selatan ternyata adalah seorang teroris asal Korea Utara yang paling diburu di dunia. Pembajakan White House hingga ke bunker presiden pun berhasil dilakukan olehnya dibantu oleh salah satu pengawal presiden yang ternyata berhianat. tiga kode pengaktif nuklir pun telah diaktifkan oleh Pembajak, hingga akhirnya Amerika berada dalam kegentingan. sosok mantan ketua pengawal presiden ini pun muncul sebagai pahlawan yang dapat menyelamatkan White House. Ia menyelamatkan anak dari Presiden Amerika, Sekretaris Presiden, Presiden Amerika, serta seluruh warga dunia setelah berhasil me-nonaktifkan kembali nuklir-nuklir yang dimiliki Amerika. Dan kembalilah Ia menjadi ketua pengawal kepresidenan.

White House Down
Hampir serupa dengan film di atas, film ini bercerita tentang keruntuhan White House oleh seorang yang diangkat sebagai Presiden Sementara dan berencana membumihanguskan White House. Kisah Heroik dilakukan oleh seorang turis yang berada di dalam sana bersama anak perempuannya, dimana Si Turis akhirnya dapat menyelamatkan presiden dan seluruh sandera yang berada dalam White House dan mengungkap kejahatan yang telah dilakukan Presiden Sementara. Lalu Si Turis diangkat menjadi pengawal pribadi Presiden.

kedua film diatas menurutku serupa, sehingga muncul dalam pikiranku bahwa ada semacam kontes atau perlombaan untuk sineas perfilman membuat sebuah film yang menceritakan tentang keruntuhan White House. Hmm.. seandainya ini benar, maka apakah tujuan dari pembuat lomba tersebut? atau apakah tujuan dari produser film tersebut?  Apakah ia ingin memberitahukan pada dunia bahwa pengamanan White House sebenarnya dapat dengan mudah ditembus? Apakah ia menginginkan keruntuhan White House benar-benar terjadi? seperti yang kita tahu bahwa pemberian sugesti dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, memberi pesan dengan berbagai macam sarana media secara eksplisit, meracuni pikiran dengan cara halus melalui sebuah film pun bisa menjadi pilihan. atau sebaliknya mereka ingin menunjukkan bahwa Gedung Putih itu tak terkalahkan? White House pasti tidak akan mati? hmm..

ini hanya sekilas pandanganku tentang kedua film serupa yang tidak sengaja aku tonton pada hari yang sama.

Sunday, August 3, 2014

it is about people i really really wanna meet again :)

They are my internship partners :)

Aykut önay and Kerem Tamer

Hilal Torul

Hüma Yilmaz

Cutie Kerem Tamer, and the hand of his father, Mr. Uğur Tamer.


They are my friends, the very right man is Turgut Tufan, my SEO of this internship, the girl and that man behind me are Turgut's friends, unfortunately I forget their name.


They are Indonesian kids I met there

 ah I forget his name :(

this is Hadia

I wish I can meet them again, in Turkey. Aamiin :)

Saturday, August 2, 2014

Air Mata yang Mengintip di Sudut Mata

say hello from meh!
nyempetin berkunjung ke blog sendiri diantara adzan dzuhur *astaghfirullah
nggak lama-lama, mau mandi, sholat dan bersiap kembali ke Ujung Pangkah, setelah tiga hari yang lalu sampe Surabaya setelah lebaran di Ujung Pangkah *halah.
intinya kembali lagi ke Ujung Pangkah untuk turut serta mendoakan om (alm) yang setahun lalu tepat sehari sebelum kepergianku berkelana ke Turki, beliau dipanggil Allah s.w.t. kembali dalam peluknya.
rasa kehilangan itu sangat melekat sampai sekarang, kebaikannya, keramahannya, kesabarannya, canda tawanya akan selalu terkenang dalam hati dan benakku.
sejenak throw back beberapa tahun belakangan sebelum beliau meninggal, saat bertandang ke Ujung Pangkah, jarang sekali aku mampir ke rumah beliau. sekarang menyesal lah aku. ketika ke sana tidak lagi menjumpai senyum ramah dan hangatnya, yang ada hanyalah tangis dari tante saat beliau menceritakan kembali kisahnya bersama almarhum yang berujung air mata di sudut mataku.
kebaikan beliau membuat kami semua keponakan beliau merasa begitu kehilangan. kenangan kami masing-masing tentang beliau, tidak ada satupun kenangan pahit atau buruk. semua kenangan yang indah. *menulis ini dengan air mata yang sudah mengintip di sudut mata*
semoga kenangan indah yang tertinggal dalam diri kami yang kehilangannya, seindah kehidupannya di dunianya yang sekarang. Aamiin..
Cak Man, titip salam untuk adik Wardah tersayang jika engkau berjumpa dengannya.