Saturday, August 10, 2013

negeri yang hening

negeri ini benar-benar hening. sama sekali tidak bising. berada di lantai lima sebuah gedung tidak menghalangiku untuk dapat mendengar suara mereka yang ada di luar. begitu jelas, bahkan dalam jarak yang cukup jauh pun aku masih dapat mendengarkan sekumpulan orang yang sedang bercengkerama.

timbul banyak sekali pertanyaan. mengapa negeri ini begitu hening? padahal kendaraan berlalu lalang seperti di negeriku, yaah, tanpa sepeda motor memang, tapi apa sebegitu besar pengaruh sepeda motor terhadap kebisingan kota? rumah-rumah yang ada pun sama seperti di negeriku, bahkan cenderung lebih padat dan besar. tapi kenapa begitu hening? suara sirene dan mobil sering aku dengar, tapi setiap melongok ke jendela seluas 2x3 meter di kamarku, aku tidak pernah menemukan sumber suara sirene maupun mobil yang aku dengar. menakjubkan. begitu hening.

atau mungkin manusianya? selama keberadaanku di sini, bahkan membuka pintu saja rasanya berisik sekali. entah siapa yang membuka pintu dari kamarnya di lantai berapa, terdengar jelas dari kamarku. hingga sering aku salah mengira tetangga sebelah kamar yang buka pintu, ternyata bukan.

negeri ini juga bukan negeri yang tidak berindustri. selama perjalananku menuju tempatku saat ini, aku menemukan banyak industri, salah satunya yang aku tau pasti adalah pabrik obat, hehe..

namun, apapun hal yang membuatnya hening, aku mulai menyukai negeri ini

Thursday, August 8, 2013

Answer of God

Ankara, Turkey, 3rd day. Eid Fitri.
Allah has answered my prayer, He took me here, the place of Kebab. as long as my flight here, I told Allah. "Allah, He is You who send me here. He is You who write my destiny. I am inside this plane, it is because of Your Mercy. so I trust everything I left in Indonesia to You. to The One Who Has Everything. keep an eye on them, my lovers."
Never be that easy to leave everyone I love to go this far. but this is the Answer of God. I will not through away this chance. it will possibly not come twice. wish me luck for my internship here. :)

Sunday, June 9, 2013

Aku Tersenyum

Aku tersenyum sendiri mengingat masa-masa itu. Masa dimana kita masih belum halal untuk bersama. Tersenyum mengingat betapa cemburu hati ini melihatmu terlalu dekat dengan teman dekatku. Saat itu aku hanya bisa diam menatap kedekatan kalian, berusaha untuk tetap tertawa bersama kalian, bersikap seakan segalanya baik-baik saja. Walau dalam hati ini terbanjiri air mata dan membara bergejolak, aku saat itu tetap berdoa untuk kebahagiaan kalian. Terlihat begitu keterlaluan aku mengharapkan agar kebersamaan kita nyata saat itu. Terlihat begitu egois dan kekanak-kanakan.

Aku kembali tersenyum ketika mengingat bahwa sebenarnya kita memendam rasa yang sama saat itu, hanya masih terbatasi oleh hijab yang masing-masing kita buat untuk membentengi diri sendiri. Sehingga tak pernah ada kata cinta atau rindu yang mampu keluar. Hanya pandangan yang dibuat seakan tak sengaja, rasa kecewa yang berusaha ditutupi saat melihat kedekatanku dengan seseorang (dan sebaliknya kamu dengan dia), serta doa-doa kecil yang secara sembunyi-sembunyi kita panjatkan padaNya saat satu dari kita dirundung duka dan masalah.

Tahukah kamu? Saat itu aku begitu menyesali perasaan yang tumbuh dalam hati ini. Lantaran aku telah meminta pada Sang Maha Kasih untuk menutup rapat hati ini sebelum saat yang tepat itu tiba, namun perasaan ini menahan hatiku hingga masih menyisakan celah untuknya. Berusaha membunuh rasa ini hingga nyaris frustasi seiring kedekatanmu dengannya semakin terlihat menjanjikan. Namun saat ini, aku bersyukur bahwa perasaan ini benar, bahwa Allah tak menutup hati ini karena sudah datang orang yang tepat, walau saat itu waktunya belum tepat dan kita masih harus menunggu. Sungguh Allah maha mengetahui apa-apa yang tak kita ketahui.

-based on true story with writer's addition-

Thursday, April 11, 2013

hanya belum, hanya masih

aku hanya bisa berkata belum.
belum saatnya. 
belum tempatnya. 
belum cukup kemampuannya. 
belum tahu caranya.
belum mengenal dengan baik
belum punya ilmunya.
hanya masih berusaha mempertahankan status quo. 
masih berusaha istiqomah. 
masih berusaha menutup hati rapat-rapat.
masih berusaha memantaskan diri.
masih berusaha memahami.
masih berusaha belajar dan terus berdoa.

Monday, April 1, 2013

saat hati merasa lelah :)

setelah sekian lama berusaha mempertahankan perasaan, hati ini mulai lelah, tidak lagi menemukan bahagia saat mengingatnya, hati ini jenuh dengan apa yang dirasakannya, lelah dan menyerah pada keinginan besarnya yang bahkan masih ada beberapa hari yang lalu.
hati ini mulai memberontak, berteriak menginginkan kebebasannya, haknya untuk melepaskan beban perasaan yang selama ini ditanggungya. hatiku ingin beristirahat. atas kuasa-Nya, dia bekerjasama dengan otak untuk menyuarakannya dalam benakku. membuatku terbangun dari entah apa. memaksaku berpikir keras memahami ingin hati ini.
akhirnya, aku menyerah, hatiku benar, dia butuh beristirahat. istirahatlah yang panjang hatiku, lepaskan semua beban perasaan yang selama ini membuatmu lelah. bangunlah jika memang sudah waktunya, mungkin baru akan beberapa tahun lagi, tak apa, istirahatlah yang lama, karena nanti aku akan membutuhkanmu terjaga hingga aku yang tiada.
semoga aku tetap istiqomah membiarkan hati ini beristirahat, tak mengusiknya hingga memang datang saatnya. amin
hatiku yang malang, maaf sudah membuatmu bekerja hingga lelah begini..

Sunday, March 3, 2013

sebuah pelukan

sebuah tindakan yang simpel, tapi bermakna bagi yang membutuhkan ada banyak, salah satunya hug, pelukan. Pelukan adalah hal yang tidak asing ku terima dari keluarga: ayah, ibu dan adik-adikku. entahlah kenapa aku ingin menuliskan ini. bagiku, sebuah pelukan dapat berarti banyak hal, bergantung dari siapa (atau apa) yang dipeluk dan kondisi yang mengakibatkan pelukan itu diberikan. pelukan juga dapat menggantikan kata-kata yang terasa "basi" bila hanya diucapkan, seperti "tenang, aku di sini bersamamu"; "aku juga ikut bersedih"; "aku sangat merindukanmu"; "semua akan baik-baik saja"; "selamat, aku bangga padamu"; "aku menyayangimu"; "kamu harus kuat"; "sampai jumpa" atau "guling, kamu nyaman sekali"; "boneka, aku sedih banget hari ini"; "bantal, maaf ya aku menangis, membasahimu lagi" atau kata-kata apapun yang tak terucapkan.
sebagai objek yang dipeluk, respon yang diberikan juga bermacam-macam. mungkin, paling banyak berkata "Terima kasih"; "Ya Tuhan, aku masih memiliki saudara/teman-teman yang baik"; "iya, aku bisa kuat menghadapi ini"; "aku juga menyayangimu"; "maaf sudah membuatmu menunggu"; "akhirnya..."; dan lain sebagainya. 
bagiku, akan sangat nyaman bila seseorang yang dalam keadaan baiiik sekali atau buruuk sekali diberi sebuah pelukan oleh orang-orang terdekatnya, karena akan bisa memberi semangat dan energi positif yang lebih, jika sedih akan bahagia, jika terluka akan terobati, jika bahagia akan bertambah bahagianya
tapi, subjek yang memeluk juga harus tau diri. kalo cowok ya ga usah mbati pengen peluk-peluk temen cewek (atau sebaliknya). kalo pengen peluk-peluk, peluk guling aja sonoh.. hehehe ^^v

(postingan karatan yang akhirnya di-post juga setelah sekian lama)

Jealousy

I've lost my friends. I've had this on my mind before all the things suddenly happen. They've found new family, new friends, and forget me already.
well, I can't hide my tears when I remember our laughter, our sad times, crazy times, galau times, and even my anger that can never be seen by them.
I don't know whether I've had any mistake to them or not. they never tell me anything now, never share either their sadness or happiness, laugh about something funny in front of me without telling me what that was. just like that was their own world, not mine. forget all the things about me. at first I felt this okay because I know every people have their own business'. but time answers my feeling, they've gone with their new world, new business, new friends and family.
am I feeling jealousy? yes, maybe. I have no more friends left but my mother. I have no business like theirs. I'm feeling stupid how I want them have a little time to talk to me, to listen to me now. they have their word to reject me "Sorry, I'm busy, as you know, BEM business". or when I ask "what is this about?" and their answer is "it is what happened in BEM". "BEM", something they push me to join but rejected by themselves.
well, it's okay. I will not take them when I die, they will never remember me when my time end. but I am still their friend whenever they need me, although I know I can't have them when I need a friend to talk to.

Friday, January 18, 2013

Menunggu Rahasia Tuhan

aku menanti jawaban dari doa yang terucap, terpendam dalam hati, yang keinginannya merasuk hingga meracuni otak. Tuhan, aku menunggu kabar dari angin akan kehendakMu. Engkau tidak tuli, tidak juga lemah, hanya aku dan segala ego yang tak bisa lebih lama bersabar. Hanya satu kata, Tuhan, "ya" atau "tidak", namun begitu lama engkau menahan jawaban itu. Engkau yang tak terbatas, Tuhan, aku tak tahu, engkau yang tahu segalanya, yang lalu dan yang akan datang. mereka bilang itulah rahasia hidup. tidak, itu rahasiaMu. rahasia yang akan kau tunjukkan padaku. Tuhan, aku begitu penasaran, entah masih akan berapa lama lagi aku menunggu. Nanti, jika kau tunjukkan rahasia itu, siapkan aku untuk menerima apapun keputusanmu.