suatu hari di tengah kegalauan hatiku masalah seorang cowok, salah satu temen SMA ku yang baru follow akun twitterku bilang gini ke aku, "kamu itu cantik mer, calon istri yang baik, jadi gak usah galau masalah cowok mer, pasti banyak kok yang antri buat kamu" *kurang-lebihnya gitu kata-katanya* siapa sih yang nggak melayang dibilang kayak gitu sama seorang lawan jenis? jawabannya, aku. setelah dibilang kayak gitu, jujur aja aku bingung harus merespon apa tentang kalimatnya. aku malah berpikir mengenai "sosok calon istri yang baik". apa iya aku sudah jadi calon istri yang baik kayak yang dia bilang?
jadi gini, akhir-akhir ini aku agak ada pikiran tentang itu, sosok calon istri yang baik, menurutku, untuk bisa jadi calon istri yang baik itu harus menguasai tiga hal pokok wajib utama bin fardhu, yaitu
1. masak
kenapa masak? mengingat bahwa kebutuhan dasar manusia salah satunya adalah pangan *dari pelajaran sd bahwa kebutuhan primer adalah sandang, pangan, dan papan* jadi sebagai istri kita wajib bisa masak buat memenuhi hajat hidup kita dan keluarga. aku diingatkan tentang hal yang satu ini ketika pernah dekat sama seorang cowok yang bilang "waduh, lha aku makan apa nanti" ketika aku bilang aku gak bisa masak. dari situ aku langsung berpikir, "iya ya, kalo aku gak bisa masak, lha kalo nikah nanti makan apa?" dari situ aku mulai berniat untuk belajar masak *meskipun sampai detik ini baru niat aja, belum terealisasi*. jadi intinya, aku belum memenuhi syarat pertama ini.
2. ngurus rumah
kegiatan ini adalah yang biasa kita temukan di setiap rumah yang berpenghuni. misalnya nyapu, ngepel, bersih-bersih perabotan, nyuci, setrika, berkebun, dan segala macam yang namanya house work *tolong bedakan dengan home work yang selalu dikasih guru di sekolah* kalo untuk urusan ini sih, sebenernya aku bisa, bisa nyapu, ngepel, nyuci, setrika. sebenernya bisa, tapiiiii... aku rasa ini karena aku yang belum pernah tau rasanya tinggal terpisah dari orang tua, di rumah ada 'mbak' yang selalu setrikain baju, nyapu, ngepel, dan kalo aku nyuci ya pake mesin cuci, jadi aku sampe sekarang merasa belum lihai kalo harus melakukan semua pekerjaan itu sendirian, setiap hari, bertahun-tahun, bahkan sampe mati. astaghfirullah.. padahal aku ini perempuan -_-. jujur, untuk masalah ini, satu0satunya solusi adalah aku harus belajar hidup sendiri, terpisah dari orang tua, dimana aku harus bertanggung jawab sama apa yang aku punya sendiri, tapi sampe detik ini, orang tua belum ngasi ijin aku ngekos karena aku kuliah di tempat yang sama dengan aku tinggal. inti dari semua kata-kata di nomor dua ini adalah aku belum mandiri. jadi, untuk urusan ini aku juga belum memenuhi syarat.
3. manage uang
sering nggak denger berita perceraian karena masalah ekonomi keluarga? atau KDRT (kekerasan dalam rumah tangga.red), bahkan pembunuhan gara-gara masalah yang sama? gara-gara perekonomian dalam rumah tangga yang mungkin mepet karena si istri merasa suami hanya memberi sedikit alias kurang. atau pernah denger tentang pejabat tinggi yang korupsi untuk memberikan sesuatu yang mewah kepada istri dan anak-anaknya? hmm.. kalau kata orang bijak sih, seorang pria bisa sukses karena wanita, tapi juga bisa rusak karena wanita. oke, ada benernya, bisa jadi istri si pejabat dalam kasus ini terlalu menuntut lebih kepada suaminya, sehingga si suami terpaksa korupsi untuk memenuhi kebutuhan si istri. *ah~ kayaknya malah ngelantur deh* udah-udah. jadi, menurutku, masalah manage uang ini memang bukan cuma pekerjaannya akuntan, tapi juga seorang istri. berapapun penghasilan suami harus bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka. di situ lah letak repotnya. maka dari itu, sejak aku duduk di bangku SMP, aku sudah berusaha untuk bisa mengatur uang jajanku semdiri. dulu pas masih SMP, aku minta ayah memberiku uang jajan per minggu, jadi cukup atau enggak, aku nggak boleh minta tambahan dalam seminggu itu, terus lama-lama meningkat hingga akhirnya aku minta uang jajan dikasih per bulan, semuanya berhasil dengan baik sampai beberapa bulan terakhir ini aku merasa selalu kekurangan uang jajan. entahlah, rasanya beberapa bulan terakhir pengeluaranku nggak terkontrol dengan baik. jadi, mulai bulan ini aku harus memperbaiki caraku me-manage uangku lagi.
dari ketiga prasyarat calon istri yang baik di atas, rasanya aku belum memenuhi semuanya deh.. agak heran juga sama temenku yang bilang kayak gitu tadi.. entahlah dia lihat aku dari mananya. tapi yang jelas, i'm on my way to be a good wife :) targetku maksimal lima tahun lagi aku sudah harus bisa menguasai ketiganya. amin :)