kadang memang ada ragu dalam diri, mampukah aku melewati jalan yang semakin curam dan terjal di semester ini, kadang ada kata terucap "aku menyerah". tapi, coba pikirkan lagi, jika aku menyerah sekarang, maka apa yang sudah aku dapatkan? jika aku berhenti sekarang, maka apa yang bisa aku perbuat? jika aku menyerah, maka apa yang akan bisa aku lakukan kelak? jika aku mengikuti keinginan hati untuk menyerah, lalu jawaban apa yang bisa kuberi untuk kedua orang tua yang telah lelah bekerja untuk bangku kuliahku ini? jika aku berhenti, lalu apa yang ada di pikiran pihak pemberi beasiswa untukku? tidakkah aku mengecewakan diriku sendiri? tidakkah aku mengecewakan orang-orang di sekitarku? tidakkah aku mengecewakan Tuhan yang menciptakan aku dengan semua kelebihanku? berpikirlah dengan jernih. buang kata "secukupnya" seperti kata "quantum satis" yang telah ditinggalkan oleh mata kuliah farmasetika. semuanya harus diperhitungkan dengan teliti, tidak boleh hanya quantum satis untuk mendapatkan sediaan yang bermutu
lalu bisakah aku melakukan lebih dari sekedar quantum satis? Ya, Aku Bisa! :)
No comments:
Post a Comment