"Mer, kita mau ngajak kamu ke malang selatan" "kapan?" "besok, maksimal habis subuh" *dalam hati "buset, mana mungkin diijinin"* "sebentar tak ijin ayahku" *kemudian Hp mery berbunyi* "assalamualaikum" "waalaikumsalam. kamu naik apa ke sana?" "nnngggg.. anu.. nggak tau" "yaudah pokoknya jangan naik motor, jauh, bahaya" "tapi nggakpapa?" "iya, pokoknya jangan naik motor", sesampai di rumah, mery telepon ayahnya "Assalamualaikum" "waalaikumsalam, kenapa mer?" "Yah, rencancanya mereka pada mau bawa motor, tapi kalo ngajak Tegar bisa bawa mobil, boleh?" "oo yaudah, pokoknya nggak berdua kan?" "nggak kok yah, berlima" YESS!!
dalam perjalanan, di suatu daerah di Malang, karnaval memperingati 17 Agustus. setengah badan jalan digunakan peserta karnaval, setengah yang lain harus digunakan kendaraan dari dua arah untuk berbagi jalan.
"wah senengnya di tengah perjalanan ada hiburan" "hahaha iyaa.." dan bla bla bla bahagianya... hingga akhirnya sebuah truk gandeng kelebihan muatan berisi tebu dari arah berlawanan memaksa lewat bahu jalan, miring, sebagian tebu mengenai truk putih di depan mobil kami, kemudian truk putih itu pun mundur dan..... BRUK! Alhamdulillah hanya plat nomor saja yang terkena, dan nyawa kami selamat. jalan kemudian dialihkan melalui perkampungan penduduk, beberapa kali bertanya pada penduduk sekitar, dan mengandalkan insting serta aplikasi google maps yang sempat salah baca, akhirnya kami menemukan jalan lurus yang benar.
Setelah beberapa jam mendaki gunung lewati lembah, berhenti di pinggir jalan dan menumpang buang air di salah satu rumah penduduk karena sudah tak tahan, kami sampai di tujuan pertama kami: "Pantai Bajul Mati, Malang Selatan" setelah sholat jamak berjamaah dan sejenak melepas lelah, dimulai dari dua orang yang memberanikan diri ke pinggir pantai di tengah siang bolong teriknya matahari, akhirnya satu per satu mengikuti.
pantai yang masih bersih, airnya jernih, ombak yang besar, pengunjungya sedikit, membuatnya serasa pantai pribadi. Harga tiket masuknya Rp 6000 per orang, ditambah parkir mobil Rp 5000.
ini foto lompatku yang terbaik dan terpantas setelah beberapa kali take
Oke, mari saya perkenalkan dengan Tegar, atau yang biasa saya panggil dengan Mas Aga, seorang yang sudah setahun ini "menemani" kehidupan saya
menurut saya, dia selalu sukses mengambil gambar saya dengan bagus sekali, seperti ini:










No comments:
Post a Comment