Sunday, February 6, 2011

kamu dan kepingan kisahku

kamu mengingatkanku pada seseorang.. ah~ bukan seseorang, melainkan beberapa orang yang ku kenal yang pernah mewarnai hari-hariku. semua itu tak akan terjadi seandainya kamu tidak meminta nomor telepon genggamku. pertama, kamu mengirim pesan singkat, yang kemudian berlanjut hingga kata-kata “jelek” dari pesanmu menjadi sangat kurindukan. apa yang kamu lakukan itu mengingatkan aku pada seorang teman terbaikku ketika aku masih duduk di bangku sekolah menengah atas. ketika itu, aku kagum padanya, dan sekarang ini aku mengagumimu.

hal kedua adalah namamu. walau sedikit berbeda, namun namamu itu mengingatkanku kepada orang yang pernah aku sukai di masa SMA dan masa kanak-kanakku. di masa SMA ku, aku jatuh cinta kepada seseorang dengan nama yang sama denganmu karena kebaikan hatinya dan keikhlasannya membantuku ketika aku berada dalam kesulitan. sedangkan di masa kanak-kanak ku, seorang anak dengan nama yang sama menjadi seorang pangeran bagiku yang selalu memujiku. begitu juga halnya denganmu yang aku cintai dan selalu ikhlas mengingatkanku untuk berbuat kebaikan.

dan yang terakhir adalah bahasamu. bahasa di setiap kata-kata bijak dan panjatan doa yang kamu tuliskan di pesan singkatmu, di akun jejaring sosialmu. mengingatkan aku pada seorang mantan kekasih yang pernah memenangkan hatiku dan menerbangkan anganku. begitu sarat makna dan filosofis.

ah, ada satu lagi ternyata, caramu yang dengan tiba-tiba berubah menjadi sosok yang tidak ku kenali sebelumnya. entah apa sebabnya kamu berhenti mengirimiku pesan singkat itu. kamu seakan-akan menyadari sesuatu yang akan terjadi dan menghentikan semuanya. ketika aku mulai berangan akan kebahagiaan, bermimpi tentang kita, sosokmu yang akrab denganku berubah menjadi kamu yang dingin, diam, dan menakutkanku untuk memnghubungimu. entah ada apa denganmu, aku mencoba memahaminya, mungkin karena masalah yang terjadi dalam hidupmu, yang tak pernah mau kamu ceritakan padaku. yang kamu lakukan itu sungguh mengecewakanku, menyakitkan hatiku. kamu melakukan hal yang sama seperti teman terbaikku itu, ia juga berubah menjadi sangat dingin sejak hari kelulusan kami ketika itu. menyeramkan bagiku, dan aku takut untuk menghubunginya lagi. meskipun aku mungkin tahu mengapa dia menjadi sedingin itu padaku.

mereka semua seakan-akan menjadi satu di dalam dirimu. menjadikanmu ibarat paket lengkap dari ketiga orang yang ku ceritakan. namun, tidak ada satupun dari mereka yang memiliki ciri fisik sama persis denganmu. sosokmu berbeda. karena kamu melengkapi kepingan-kepingan kisah yang telah terjadi dalam hidupku dan menyatukannya menjadi dirimu. aku tahu, aku terlalu cepat untuk menyimpulkan tentang apa yang aku rasakan terhadapmu. namun beginilah aku. mudah mencintai, namun sulit untuk melupakan. itulah mengapa aku masih ingat semua kisah yang aku ceritakan tadi secara rinci. mulai dari masa kanak-kanakku hingga kini. aku tidak bisa melupakan hal yang aku anggap berharga dan yang pernah aku anggap berharga. seperti kamu yang sekarang ini sangat berharga untukku. mungkin suatu saat nanti aku masih akan mengingat bahwa aku pernah menuliskan kamu disini sebagai seseorang yang pernah aku anggap berharga.

No comments: