Hatiku telah tersenyum
Tuk bayangkan mentari kembali
Arahku meruncing tajam
Tuk menuju orang berilmu
Hati resah tanda gelisah
Bidadari cantik belum menyunggingkan senyumnya
Malaikat hati datang dengan tawa
Membuat resahku sedikit sirna
Pasukan biru bersiap siaga
2 Komandan memulai pertandingan
1/4 Putaran pasukan biru terduduk lelah
Membuat resahku hilang tak terusik
Tapi ku lihat 2 Malaikat kecil membawa awan gelap
Awan yang tak ingin ku tahu menutupi bidadariku
Diriku lemah dan tak berkutik
Awan hitamlah penyebab kau tak tersenyum pagi itu
Ku ikut rombongan menuju tempatmu tinggal
Berharap bidadariku yang seperti biasa
Tak lelah kupanjatkan do'a
Hati beruntung kau tak banyak luka
Masih bisa kau suguhkan senyum padaku
Walau kau bidadariku tak tahu apa inginku
Ku hanya sedih tak mengharap
Mengapa bidadariku begitu malang
Tersandung batu yang sangat mengganggu
Di saat diriku terlalu mengharap senyummu
Tapi senyum manismu t'lah menjadi obat rinduku
Inginku memberi kabar tentang hatiku
tak enak hati yang masih melihatmu
Meneteskan air mata di pipi manismu
Kuatkan dirimu walau kau ragu
Aku hanya bisa membantumu melalui kata
Senyum bidadariku segeralah tiba
Aku di sini akan menantimu walau terluka
No comments:
Post a Comment