Sunday, February 6, 2011

a wonderful and meaningful poem from my best friend

Hatiku telah tersenyum

Tuk bayangkan mentari kembali

Arahku meruncing tajam

Tuk menuju orang berilmu

 

Hati resah tanda gelisah

Bidadari cantik belum menyunggingkan senyumnya

Malaikat hati datang dengan tawa

Membuat resahku sedikit sirna

 

Pasukan biru bersiap siaga

2 Komandan memulai pertandingan

1/4 Putaran pasukan biru terduduk lelah

Membuat resahku hilang tak terusik

 

Tapi ku lihat 2 Malaikat kecil membawa awan gelap

Awan yang tak ingin ku tahu menutupi bidadariku

Diriku lemah dan tak berkutik

Awan hitamlah penyebab kau tak tersenyum pagi itu

 

Ku ikut rombongan menuju tempatmu tinggal

Berharap bidadariku yang seperti biasa

 

Tak lelah kupanjatkan do'a

Hati beruntung kau tak banyak luka

Masih bisa kau suguhkan senyum padaku

Walau kau bidadariku tak tahu apa inginku

 

Ku hanya sedih tak mengharap

Mengapa bidadariku begitu malang

Tersandung batu yang sangat mengganggu

Di saat diriku terlalu mengharap senyummu

 

Tapi senyum manismu t'lah menjadi obat rinduku

 

Inginku memberi kabar tentang hatiku

tak enak hati yang masih melihatmu

Meneteskan air mata di pipi manismu

 

Kuatkan dirimu walau kau ragu

Aku hanya bisa membantumu melalui kata

Senyum bidadariku segeralah tiba

Aku di sini akan menantimu walau terluka

No comments: