Monday, July 30, 2012

an implicit message of little orphans

ibu: "mer, nanti mampir ke panti asuhan As-Salam ya."
aku: "iya, bu"
akhirnya, setelah beli es degan dan gorengan untuk ta'jil di rumah, mampirlah aku dan ibu ke panti asuhan yang ada di kebraon tengah itu. kebetulan di teras ada anak-anak yang lagi main di situ. waktu ibu masuk, mereka langsung tanpa disuruh salim sama ibu. aku yang gak ikut masuk (karena barang bawaan ibu yang ditaruh motor cukup banyak) terharu melihat pemandangan itu. kemudian ibu menemui pengelola panti dan mengobrol entah apa.
dari sepeda motor yang aku tunggangi, aku melihat anak-anak kecil tadi kembali bermain. mereka cantik-cantik dan ganteng-ganteng. mungkin usia mereka antara empat sampe enam tahunan. yang perempuan semuanya pake dress tanpa lengan dengan berbagai motif dan warna, yang laki-laki pake kaos lengan pendek dan celana se-lutut. semuanya bersih, semuanya ceria. dan aku memandangi mereka sambil tersenyum. mungkin aku kelihatan aneh di mata mereka sehingga mereka yang nggak sengaja melihat aku akhirnya lebih sering melihat ke arahku dengan pandangan aneh. mungkin dalam hati mereka bilang "ini mbak-mbak ngapain senyum-senyum sendiri" tapi aku nggak peduli, aku masih terus memandangi mereka sampai tiba-tiba air mataku menetes.
dalam hatiku, aku sedih melihat mereka, mereka yang dari kecil nggak pernah merasakan manisnya kasih sayang orang tua, atau bahkan ada yang sama sekali nggak tau seperti apa wajah orang tuanya. sementara aku, di usia seperti mereka, bahkan sejak aku dalam kandungan sampe mau berusia 20 tahun di dunia selalu nggak pernah kekurangan kasih sayang dari orang tua.
dari mereka, aku mensyukuri nikmat Allah yang memberiku takdir seperti ini, bisa bercanda bersama orang tua, dibelikan baju, dibelikan mainan, diajak jalan-jalan, bahkan dimarahi orang tua karena kesalahan yang aku perbuat pun jadi sebuah anugerah yang tak bisa tidak disyukuri.
Aku masih jauh lebih beruntung dibanding mereka, tapi kadang rasa syukur itu aku ganti dengan keluhan-keluhan yang mengingkari nikmat-Nya. kadang rasa syukur mereka jauh lebih besar daripada aku yang serba kecukupan kasih sayang ini. Astaghfirullah..
Adik-adik panti yang tadi, terimakasih sudah kembali mengingatkan aku, betapa aku harus lebih banyak bersyukur pada Allah atas semua nikmat yang telah diberiNya :)

No comments: