Saturday, July 21, 2012

My Edelweiss, Mewujudkan Liburan yang Tertunda (Part 1)

Edelweiss, bunga yang abadi. sama seperti memori tanggal 9-10 Juli kemarin, kenangan yang abadi.

ahh liburan bersama teman-teman itu nggak bisa enggak, selalu jadi waktu-waktu favorit saya sejak teman-teman waktu SMA menjadikannya agenda rutin tiap tahun. aku bersyukur sama Allah atas quality time yang seperti ini, dan atas semua berkah yang telah diberikan-Nya. kali ini air terjun Madakaripura dan Gunung Bromo.

wacana liburan ke Gunung Bromo, Air Terjun Madakaripura dan Pantai Bentar itu sebenernya udah ada sejak semester tiga kemarin. awalnya, kita sudah dengan indahnya merencanakan mau berangkat berlima waktu liburan semester 3 kemarin, tapi nyatanya, karena masing-masing pada sibuk sendiri-sendiri, batal lah rencana indah kita. tapi kehendak Allah itu memang lebih indah, kita nggak diizinkan pergi berlima, tapi kita harus pergi berbanyak :D jadilah kesepakatan liburan kelas semester ini ke Bromo dan air terjun Madakaripura.

kepagian datang, aku sampe di depan Pinlabs lama jam 6 pas!! 6.00!! and no one there. hahaha sebenernya sudah kuduga se bakalan kayak gitu. tapi ya gimana lagi.. secara aku berangkat naik taksi bareng sama adekku yang lagi MOS (Masa Orientasi Siswa.red) hari pertama di SMAN 5 Surabaya yang masuknya jam 6 pagi, jadilah aku hanya bisa pasrah menanti teman-teman yang baru dateng satu persatu setelah setengah jam elf nya dateng (kurang lebih 45 menit setelah aku dateng), akhirnya setelah semua dateng (yang terakhir dateng Shafira kalo gak salah), kami langsung otomatis membagi diri jadi dua kelompok untuk masing-masing masuk ke elf. aku se-elf sama Iin, Hilal, Ulil, Dani, Afif, Urifa, Nayu, Farmut, Peki, Windy, Chyntia dan Fitri a.k.a tasyong. see, kita-kita yang se-elf ini bukan biangnya rame (oh ya?? I doubt), jadinya yang bikin rame elf kita adalah lagu-lagu dari dvd player yang nancep di langit-langit elf aja, sampe ada (lupa siapa) yang usulin liat film dengan pilihan film: Cars II dan Final Destination 4. Chyntia teriak nggak mau liat final destination, tapi aku, nayu dan nggak tau suaranya siapa lagi yang aku denger, pengennya liat final destination, dan akhirnya diputar lah film naas tersebut. jeng jeng jeeenggg.. (maunya nulis back sound serem tapi gagal --") aku yang sebelumnya nggak pernah ngeliat film se-sadis itu jadi merinding dan nguat-nguatin diri ngeliatnya, kenapa nguat-nguatin diri, karena aku masih tetep aja penasaran meskipun sadisnya nggak karuan.

setelah entah berapa jam perjalanan, kita sampe di air terjun Madakaripura, lebih tepatnya pintu masuknya seh.. keluar lah kami semua ber-21 dari elf-elf kita, dan setelah nego dan transaksi buat guide yang harus kita sewa demi keselamatan perjalanan (biar gak nyasar) berangkatlah kita ber-22 ke air terjun yang letaknya masih sekitar 1,5 sampe 2 Km dari tempat parkir. "mendaki gunung lewati lembah.. sungai mengalir indah ke samudra.. bersama teman berpetualang.." (OST. Ninja Hatori) yaah.. kurang lebih gitu lah jalan yang harus kita lalui untuk sampai ke sana, turun ke sungai kecil, nyebrangin sungai-sungai kecil, naik-naik batu, merayapi batu-batu besar nan terjal.. di sini, peran tour guide sangat membantu. (teringat liburan SMA di PPLH Trawas) ketika air terjun mulai keliatan bagian atasnya, agak sedikit kecewa karena tampak atasnya, jujur, biasa aja. tapi kita masih terus melanjutkan perjalanan hingga di tengah jalan mulai ada orang menawarkan sewa payung dan jual kresek. katanya sih sebentar lagi kita bakalan basah, dan nggak ada yang bisa selamat sampai air terjun kalo nggak basah kuyup, kalo nggak mau basah ya sewa payung, terus beli kresek kalo nggak mau tasnya basah atau hp (handphone) nya nggak tahan air. akhirnya kita berhenti sejenak untuk beli sejumlah kresek demi menyelamatkan barang bawaan kita, masalah kita bakal basah kuyup, ya emang itu kan yang dicari kalo ke air terjun? nggak basah, nggak seru :D

ternyata bener aja, nggak lama dari jalan itu, kata Subhanallah rasanya nggak cukup buat nggambarin keindahan ciptaan Allah ini, kekecewaan tadi mulai hilang. ada tiga air terjun yang airnya terhalang tebing dan akhirnya jatuh kayak hujan ke sungai kecil yang harus kita lewatin untuk sampai ke air terjun utama, dan selama lewat di situ, guess waht? RAINBOW!!!! :D banyak banget pelangi-pelangi kecil di sekitar kaki-kaki kita. sayang, karena bener-bener kayak hujan, jadi kita nggak bisa mengabadikan pelangi-pelangi indah itu *hanya ada dalam ingatan kita* kayak gini nih "hujan abadi" nya
Picture captured by: Windy

setelah berbasah-basahan karena hujan itu, kita harus merayapi tebing yang cukup tinggi, terjal, curam, dan cukup menyeramkan (aku yakin kalo kepeleset dari situ pasti bakal mati seketika). di sini kamu diajari bagaimana cara merayap yang baik *apa seh --"* setelah merayap sambil memeluk tebing ini, masih di atas tebing tapi udah ada area datar yang aman, kita menoleh ke arah air terjun daaaaannn... Subhanallah!!! :') *bahkan waktu nulis ini aku masih merasakan indahnya, nggak cukup dengan 100x kata Subhanallah* jauh beda dari puncak air terjun yang aku liat selama perjalanan tadi. kekecewaanku amat sangat salah tempat. malu rasanya sudah kecewa sama pemandangan ciptaan Allah yang satu ini. dua air terjun dengan ketinggian entah berapa ratus meter ini dikelilingi tebing curam yang penuh batu, membuat percikan-percikan halus airnya membasahi seluruh bagian tebing. akhirnya, kita menuruni tebing untuk sampai ke sungai tempat air jutaan liter itu ditampung. aku sama Chyntia akhirnya sepakat untuk teriak bareng. AAAAaaaaaaaaaaaaaaa...... dilanjutkan tertawa terbahak-bahak.. aahh.. lepaas banget rasanya di situ. hilang wes semua beban. apapun beban itu. yang punya masalah, lupa sama masalahnya, yang lagi galau, hilang galaunya, yang marahan sama pacarnya, hilang pacarnya *eh, enggak ding. hilang marahnya maksudku* sambil menikmati kecintaan kita terhadap Yang Maha Pencipta, kita juga nggak lupa mangungkapkan kecintaan kita sama kelas kita, KECE *kelas C*

"I Love Ce". Captured by Windy
Models: (from left) Dani, Nayu, Chyntia, Ulil

aku yang nggak puas cuma kena percikan air terjunnya aja, akhirnya nggak bisa nahan godaan untuk ikutan nyebur ke sungai bareng sama Iin, Dita, Riki dan Rizal. pengennya se berenang sampe ke bawah air terjun, tapi inget kalo bajuku nggak bakal kering kalo nggak segera keluar dari sungai, keluar lah aku dari sungai (meskipun sadar pada akhirnya bajuku nggak akan kering seperti sedia kala) tapi akhirnya aku ikut foto-fotoan aja. setelah puas bermain air dan berfoto-foto, kita memutuskan untuk segera kembali ke jalan yang benar, eh, maksudnya kembali ke elf, meniti jalan yang sama dengan waktu berangkat tadi, jadi kita sekali lagi harus merayap dan hujan-hujanan. tapi ternyata lapar dan dingin menjadikan kami berhenti di warung yang jual gorengan dan minuman hangat. uwooo meskipun sederhana, tapi rasanya nikmat gak ketulungan kalo lagi laper, basah, dan dingin gini, makannya bareng sama temen-temen lagi. nuikmaatt!! (padahal ya aku gak ikutan makan waktu itu) setelah merasa cukup kenyang, kami melanjutkan perjalanan kembali. aku, Peki, Tasyong, Farmut dan Urifa a.k.a Ucil jalan duluan, memang perjalanan pulang terasa jauh lebih singkat dari berangkatnya, akhirnya kita berlima sampe ke parkiran mobil duluan, sempet foto-foto pake BB-nye Peki (waktu itu kameraku lagi dibawa Windy) sebelum aku menyadari bajuku nggak kering sama sekali dan memutuskan untuk ganti baju. nggak lama kemudian yang lain dateng, kita istirahat sebentar sambil nunggu yang sholat sambil guyonan. menyadari hari sudah semakin siang-menjelang-sore, kita akhirnya naik ke elf dan melanjutkan perjalanan ke Bromo

No comments: